Postingan

Stasiun Kota dan Cerita tentang Rahasia

Gambar
 Penulis: Indra Junaidi Langit adalah kitab yang menyaksikan semua peristiwa di muka bumi ini. Telah banyak yang disaksikan dan dicatat dalam rentang yang tak terkira. Mungkin, langit pernah mencatat pertumpahan darah yang ada di tempat ini, dan juga kisah sedih lainnya. Namun langit pasti juga pernah mencatat perdamaian yang telah menjadi kata-kata, entah itu menjadi cinta dan rahasia. Banyak peristiwa yang tak sempat tercatat dalam sejarah dunia nan ditulis oleh manusia. Tapi sisanya hanya langit yang mencatat kebenaran, kebenaran yang sekarang menjadi tanda tanya. Sejarah kadang dirombak oleh beberapa pihak tertentu demi kepentingan politik, karena pada umumnya sejarah ialah milik para pemenang dan para petinggi. Di deretan buku dalam perpustakaan sekolah atau pun di perpustakaan kota, telah terkisahkan sejarah yang mungkin sudah diarahkan. Kita tidak tahu itu, apakah sejarah itu benar atau tidak. Namun yang pasti buku adalah jendela dunia, nan berisi pengetahuan tentang peristiwa.

Puisi Edo Sapraja

Gambar
  Tenggelam Aku tenggelam dalam laut itu Dihantam  gelombang  Diterjang sang ombak Hanyut dalam permasalahan tanah airku Hingga lupa rasa manis merah jambu Kuselami lagi cinta dan kasih sayang Sebagai penenang problematika negeriku (Siguntur, 2020) Rantai Baru Kacung Hai Kacung-kacung di luar sana yang akan turun kejalan-jalan Menggaungkan status perkacungan kalian Status rantai dan kekangnya Yang dulu usang dan karatan Dan kelak akan digantikan Dengan besi-besi barunya Made-in manca negara (Padang,2020) Esok Hai Kacung yang esok turun ke jalan Hati-hatilah esok di jalan Jangan kau pergi dengan tangan kosong Bawalah ranti-rantai lamamu Bawalah juga Kekang barumu Jangan sekali kau pergi kosong Supaya jangan engkau di jalan Malah diperkacungi esok di jalan (Padang, 2020) Negeriku yang lucu Sungguh lucunya negeri ini Guyonan akbar tahun ini Lucunya sudah tidak ketulungan lagi Bukan karena tontonan stand-up komedi Atau opera komedi yang hampir mati Tapi karena rakyat di negeri ini Diperkac

Pesan Singkat

Gambar
 Penulis: Risky Arbangi Nopi Sambil menyeberangi sepi Kupanggil namamu, wanitaku. Apakah kau tak mendengarku? … Sia-sia kucari sinar matamu. Inginku ingat lagi bau tubuhmu Yang kini sudah kulupa. Sia-sia Takada yang bisa kujangkau. Sempurnalah kesepianku. …  (Rendra,“Kupanggil Namamu”)  “Hey.” pesannya.  “Hey, you back.”  “Hilang selama seminggu kemana?”  “Siapa?”  “Dirimu.”  “Maaf.”  “Perihal.”  “Membuatmu cemas.”  Diam, sunyi.  “Mungkin, maafku tidak terlalu penting buatmu. Dan saya mengerti”pesannya.  “Tak perlu mintamaaf.”  “Kenapa?”  “Simpan saja buat besok atau lusa, siapa tau kau membutuhkan kata maaf lagi.”  “Kau meragukanku?”  “Tidak, saya hanya lelah.”  Sedang mengetik…  “Tidak usah terlalu banyak pesan, pulanglah.”  “Masih banyak urusan yang belum terselesaikan, mengertilah.”  “Kadang, saya ingin menjadi teman-temanmu.”  “Kenapa?”  “Kau lebih banyak waktu untuk mereka.”  “Jangan begitu.”  “Tidak pedulikah kau kepadaku?”  “Ay, bukan begitu.”  Menunggu jawaban. Cemas, melihat

Puisi Syukur Budiardjo

Gambar
  Siapakah Dia? Dia ada di kereta. Ada di bus kota. Ada di balai kota. Ada di Jakarta. Ada di Purwakarta. Ada di Surakarta. Ada di Jogjakarta. Ada di Minnesota. Ada di Dakota. Ada di Atlanta. Ada di Kolkata. Ada di Bogota. Dia ada di celana. Ada di Singaparna. Ada di Natuna. Ada di Ghana. Ada Arizona. Ada di Indiana. Ada di Argentina. Ada di Bostwana. Ada di China. Dia ada di Jetis. Ada di Cimanggis. Ada di Bengkalis. Ada di Parangtritis. Ada di Paris. Ada di Inggris. Ada di Portugis. Ada di Swiss. Dia ada di keraton. Ada di Buton. Ada di Kanton. Ada di Boston. Ada di Washington. Ada di Wellington. Dia ada di Surabaya. Ada di Tasikmalaya. Ada di Nagoya. Siapakah dia? Jawab: Dia virus corona. Penakluk dunia. Cibinong, Agustus 2020 Yang Disukai dan yang Ditakuti Yang disukai banyak orang: Toyota Corona. Yang ditakuti setiap orang: wabah corona. Cibinong, Agustus 2020 Macam-macam Alat Penutup Penutup kepala: topi. Penutup payudara: beha. Penutup kemaluan: cangcut. Penutu

Puisi Yusriman

Gambar
  AKU, KAU, DAN SAHABAT 1 Berawal dari kisah si binatang culun Yang hanya diam dikala ada berita Tak ada wajah tanpa dosa sedikit pun Menyaksikan senyuman bunga di wajah sahabatnya Namun apalah daya Dibalik semua itu ada maksud Si binatang culun Yang akan haus dengan makanan AKU, KAU, DAN SAHABAT 2 Karena semua itu telah di rencanakan Yang tanpa Segerombolan kaum mengetahuinya Budaya licik telah timbul Budaya akan haus segalanya telah datang Itulah dia si binatang culun Pura-pura tidak ada masalah Diantara sejenisnya Sedangkan mereka adalah sejenis Dan satu kekeluargaan Namun budaya itu telah di renggutnya AKU, KAU, DAN SAHABAT 3 Segala sesuatunya telah di rencanakan Tak ubahnya bagaikan macan menyambar rusa Gerak-gerik telah di ketahui Namun masih menyembunyikan batu Di balik kepalan tangan Seolah binatang lain tidak mengetahuinya Namun gerak-gerik itu telah terbaca oleh rusa Namun si rusa tertangkap jua Sungguh malang nasibmu Wahai kau si rusa tumbal AKU, KAU, DAN SAHABAT 4

Kontributor Gokenje.id

Gambar
 Edisi Oktober 2020 Anton Sucipto Yogi Guspri Pramesti Apriwanto Tinto En. Aang MZ Refaldo Fauzi Wahyuni Fitri Adel Yuhendra Joni Hendri Bahrul Ulum A. Muhaimin DS Yoza Fitriadi Khansa Arifah Adila M.N. Gemilang Wicaksono Putrarico14 Doni Amandola Putra Indah Wulandari Pulungan Jeri Maulana Putra Norrahman Alif Fany Ramadhani Dian Rizal Asyrof Nengsih Sri Rahayu Putri De Eka Putrakha Ridho Daffa Fadilah Wahid Kurniawan Ahmad Zul Hilmi Epi Muda Ferry Fansuri Oscar Maulana Zainur Rahman Faris Al Faisal Giffari Arief Ni'matus Sholihah Ridho Alsyukri Idoel Sapoetra Saiful Bahri Chalvin Pratama Putra Reni Putri Yanti Resti Alya Putri Syukur Budiardjo Yosi Adi Setiawan Moehammad Abdoe Rofiatul Adawiyah Risky Arbangi Nopi Kurnila Maruhawa I Made Kridalaksana Forlan Muda Rikard Diku Amidia Amanza Yohan Mataubana J . Akid Lampacak Fitri Rahmadhani