Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Resensi

Oetimu: Sejarah dan Dekolonialisasi Timor Timur

Peresensi: Oscar Maulana Judul Buku : Orang-Orang Oetimu Penulis        : Felix K. Nesi Penerbit      : Marjin Kiri Cetakan       : Ketiga, Februari 2020 Tebal            : viii + 220 halaman ISBN             : 978-979-1260-89-3 Perjalanan negara-bangsa tak bisa lepas dari khazanah sejarah revolusi. Semangat nasionalisme dan kemajuan, membuat gairah lepas dari cengekraman kolonialisme. Kita mengerti masa-masa genting saat agresi terus datang pasca proklamasi dibacakan. Peristiwa demi peristiwa membangun kesadaran sebagai satu kesatuan dan persatuan. Namun, malapetaka hadir saat kekuasaan jatuh ke tangan yang salah, dan mengakibatkan pertentangan. Negara kita sempat digerakkan oleh rezim yang otoriter, represif, hegemonik dengan ideologi militeristik. Zaman Orde baru (Orba) yang dipimpin oleh Soeharto, menyisahakan cerita getir tragedi kemanusiaan. Terutama pembrangusan ideologi sayap kiri dan komunisme. Kita bisa tengok buku garapan Harsutejo, Kamus Kejahatan Orba: Cinta

Samsa dan Kompleksitas Kehidupan

Penulis: Wahid Kurniawan Judul              : Metemorfosa Samsa Penulis.         : Franz Kafka Penerjemah  : Sigit Susanto Penerbit.       : Penerbit BACA Cetakan.        : Pertama, April 2018 Tebal.             : VII + 100 Halaman ISBN.              : 978-602-6486-19-6 Dunia kasusastraan mengenal Animal Farm karya George Orwell sebagai salah satu fabel yang berhasil. Bahkan hingga kini gaungnya masih bergetar di ruang-ruang diskusi literasi. Novel itu tipis saja, tetapi memiliki unsur satir politik yang kuat atas pemerintahan Uni Soviet. Lain lagi dengan kasusastraan dalam negeri, ada Eka Kurniawan yang menelurkan novel O, yang digadang-gadang sebagai fabel yang memuat beragam kritik kehidupan. Kendati berentang jarak dan waktu yang jauh, pada intinya, kedua novel tersebut adalah sejelas-jelasnya fabel. Alias, cerita yang datang dari, oleh, dan tentang binatang.  Sementara itu, dengan format yang hampir serupa, di satu masa yang lain, seorang penulis Jerman pada tahun 191

Harapan dalam Ancaman Kepunahan

Peresensi: Wahid Kurniawan Judul                   : Kepunahan Keenam (The Sixth Extinction) Penulis              : Elizabeth Kolbert Alih Bahasa    : Zia Anshor Penerbit             : Gramedia Pustaka Utama Terbit                   : Februari, 2020 Tebal                   : 280 halaman ISBN                     : 978-602-06-3850-8 Siapa yang tak bergetar mendengar kata kepunahan? Tidak bisa tidak, begitu kata itu masuk ke kepala, seketika terbayang satu spesies atau kelompok hewan yang lenyap sama sekali. Tidak bersisa. Namun, siapa yang menyangka, gagasan kepunahan baru dicetuskan ketika Prancis tiba di zaman revolusi. Ialah naturalis bernama Georges Cuvier, yang kali pertama mengumumkan bahwa sebuah spesies pernah punah di banyak zaman, dari yang tertua, zaman Ordovisium; sampai yang paling dekat, akhir zaman Kapur. Cuvier tentu saja tak sedang membual kala itu, kendati banyak pihak yang menyangsikannya. Gagasannya dilandasi bukti-bukti. Dan bukti terkuatnya terdap