Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Tukang Pijat Bukan Dokter

Gambar
Oleh: Intan Hafidah NH (Ilustrator: JoyGo) Suara bising kereta sesekali mengusir kesunyian di salah satu malam yang paling panjang itu. Angin menjalar ke sekujur badan yang gigil, sebab pakaian yang ia kenakan telah tidak utuh lagi. Celana panjang hanya tinggal sepertiga, akhirnya menjadi celana setengah panjang dan setengah pendek, dengan guntingan kasar tak beraturan di bagian kanan, serta baju yang kancingnya telah lepas sebagian. Badan tak berdaya untuk membetulkan posisi tidur yang nyaman, sesekali ia memintaku untuk mengangkatnya dan membenarkan posisi tidur, terutama letak bantal kepalanya.  Hujan, entah kapan redanya semenjak sore, tidak ada tanda akan berhenti. Hujan di matanya juga demikian. Tidak ada kalimat sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya, hanya ada raut wajah pucat, karena menahan rasa sakit, yang mungkin semakin lama semakin terasa di ujung-ujung syarafnya. Aku hanya berusaha untuk lebih tegar darinya agar dia memiliki pikiran yang positif, kalau dia tidak apa

Aku, Dia dan Senja

Gambar
Oleh: Epi Muda (Ilustrator: JoyGo)        Setiap tatapan awal selalu menurunkan hujan rindu untuk jatuh cinta pada   pandangan pertama. Cinta pertama selalu meninggalkan kenangan yang sungguh membuahkan rasa saling merindukan. Terkadang kenangan itu melantunkan madah pujian yang selalu meriah dalam ribaan canda tawa. Suasana menjadi penyalur segala berkas cinta yang akan melahirkan sebuah harapan untuk tetap saling mencintai. Pagi itu bertepatan dengan hari Minggu, aku melakukan refreshing dengan berjalan mengunjungi pantai Watolota (Lewouran-Larantuka). Pantai ini sungguh menarik dan menjadi tempat orang-orang berkencan serta melepas rindu dengan sahabat kenalan atau keluarga. Aku sendirian tanpa ditemani. Aku merasa kesepian karena melihat orang-orang mempunyai pasangan. Mereka foto bersama sambil melepas senyum. Seperti drama yang selalu mengesankan.  Aku sadar juga bahwa aku seorang biara tentunya tidak mengalami kesepian karena kesepiaan bagiku adalah sebuah kebahagian karena dala

Mencari Pelaku Tabrak Lari

Gambar
  Oleh: Risky Arbangi Nopi (Ilustrator: Setya Widdadi) Setelah kematian satu tahun yang lalu. Aku bangkit dari ingatanku. Aku tertabrak oleh mobil Brio putih saat hujan menyeberangi malam. Jalan yang basah digenangi dengan lubang-lubang kematian. Jerit-jerit penolakan tentang kematian yang tak direncanakan, kabur terbawa derasnya klakson yang menyerbu wajahku. Tamparan hebat, dengan benturan lampu mobil yang kuat. Seketika, jalanan menjadi saksi bisu atas tabrak lari.  Aku ditemukan setelah embun menyapu tubuhku. Jalan dipenuhi dengan lumpur darah. Jeritan manusia yang sontak meramaikan berita terkini. Puluhan manusia berlarian menuju lokasi. Wartawan menyerbuku, mengharapkan sebuah teka-teki atas pertanyaan yang  telah tersusun rapi. Aku hilang dan mungkin sudah mati, ragaku hancur seperti lukisan abstrak yang tidak berbentuk, namun mahal untuk kau dapatkan sebuah jawaban.  *** Musim dingin yang kian menyengat perasaanku. Tanpa sadar bulan hampir menunjukan musim kemarau yang kian m

Ikan Mas dan Lelaki Malang

Gambar
 Penulis: Rafii Syihab Ilustrator: Artfinder Lelaki yang mencintai ikan mas itu mati pada penghujung tahun 2020 di kamar pengap rumah kontrakan busuknya. Induk semang yang tiga hari kemudian menemui mayatnya tak tahu alasan di balik kematian itu, dan ia menduga lelaki yang mati duduk dengan celana melorot itu hanya kehabisan umur di waktu yang tidak tepat. Karena si induk semang tak ingin terlibat masalah berbelit tentang apa dan bagaimana kematian bisa datang pada pemuda itu, dan terutama ia tak ingin susah-susah mengurus kematian seorang yang bahkan telat bayar kontrakan selama satu bulan lebih, maka tubuh lelaki itu dibopong seorang diri olehnya untuk dibawa pergi secara paksa meninggalkan tempat tersebut dan dibuang di sungai belakang kontrakan. Salman Basral, lelaki malang itu, kemudian dengan tubuhnya yang sudah tak bernyawa bertemu dengan pujaan hatinya: ikan mas. Perkenalannya dengan ikan mas itu telah lama terjadi, Salman membelinya di pasar ikan awal tahun lalu. Awalnya ia in

Perempuan yang Tak Berani Bermimpi

Gambar
 Penulis: Gusti Trisno Ilustrator: Ray Dokter itu telah pergi dari ruanganku. Aku tak tahu bagaimana ia bisa berlari melewati kecepatan yang tak pernah kumengerti. Terlebih, ia berhasil menembus segala buah pikiran nyataku atau barangkali ini hanyalah khayal yang seharusnya memang kuhentikan sejak awal pertemuan. Ibu bahagia berdiri menatapku. Ia telah sadar jika anak semata wayangnya telah bisa kembali ke dunia nyata dengan penuh keselamatan. Lalu, perempuan ayu itu seakan-akan ingin mengajakku bermain dengan dunianya yang penuh cerita. Dunia yang selama ini kami hidup bersama melingkari detak jantung penuh rasa istimewa. “Dokter itu barangkali pergi untuk menemui pasien lain,” ucap Ibu. Mendengar itu, aku hanya tersenyum. Sebab tak mungkin rasanya aku berkata jika dokter itu bukan dokter yang sesungguhnya. Ia hanyalah ..., ah aku bingung menyebutnya sebagai roh atau apa. Yang jelas, perempuan itu telah menyelamatkanku dari kecelakaan itu. “Nak, kamu masih sedih dengan kepergian Rinat

Cara Bahagia Menjadi Susah

Gambar
 Penulis: Fikih Alwi Pada malam yang sepi semua mati kecuali Sapardi--lelaki malang yang ditinggal mati anak dan istri. Seorang diri di rumah kumuh yang terimpit gedung pencakar langit, tidur beralaskan tikar yang didapatnya dari tempat sampah milik tetangganya sendiri, menjadi pemulung tidak membuatnya berkecil hati, daripada tertidur pulas hasil dari memakan duit negaranya sendiri. Sapardi menjadi gembel yang jarang mandi, pakaiannya yang jelek dan kusam membuat siapa saja yang melihatnya merasa risi, belum lagi bau badan yang tidak sedap bagi hidung siapa saja yang berada dekat dengan Sapardi, wajar saja dia terakhir mandi tiga bulan lalu di tempat pemandian umum, badannya terbasuh air namun tetap saja daki di badannya tidak langsung pergi, paling tidak mengobati rindunya untuk mandi. Pada jarang kesempatan dirinya dikenali, ada yang memberi nasi, air dalam botol, yang lebih sering memberikan doa untuk umurnya yang sudah menginjak kepala tujuh. Setiap jam istirahat kantor biasanya S

Vodka

Gambar
Penulis: AFIRA JULIANA  “Aaaa... mama……mama,” teriak anak kecil itu. Tak ada sedikit pun niat jahat, aku hanya mau bermain dan meminta sedikit makanannya, tapi ia mengambil kembali makanan yang telah ia berikan di dalam mulutku dan menendang serta menginjak ekorku. “husss…hus…sana dasar jelek, kotor, pergi sana huss…hus,” bentak wanita yang baru datang tak lupa ia menendangku dengan keras. Sepertinya wanita itu ibu dari anak kecil yang tadi tak sengaja ku gigit. Kini semua badanku terasa sakit, tak kalah sakit ekorku yang diinjak anak kecil tadi dengan sepatunya yang keras, “sungguh sial hari ini,” batinku. Perut terasa sangat lapar, tapi kemana lagi aku harus mencari makan, semua tempat sampah sudah ada yang berkuasa dan jika aku nekat mencari makan di situ nyawaku taruhannya. Aku hanyalah seekor kucing kampung berwarna putih kumal yang selalu di pandang sebelah mata oleh orang-orang yang berlalu lalang di pasar ini. Orang-orang tak menganggapku ada, bahkan tak sedikit dari mereka ya

Buaya Lenggang

Gambar
 Penulis: Bahrul Ulum Keadaan wanita itu semakin memburuk saja sejak pertama ditemukan oleh warga di pinggiran sungai Lenggang, sebuah sungai yang memang memiliki cerita-cerita mengerikan namun betul-betul terjadi. Sungai ini merupakan sungai yang memisahkan Kecamatan Gantung dan Kecamatan Manggar yang hanya dihubungkan oleh sebuah jembatan yang lumayan besar, sungai ini pula sebetulnya menjadi rumah bagi hewan-hewan khas pulau Belitong. Sungai Lenggang sudah sejak dulu menjadi solusi bagi warga Gantung dan sekitarnya untuk mencuci badan, pakaian bahkan untuk sekedar membuat dapur mereka kembali ngebul. Nyaris seluruh aktivitas warga dilakukan di sungai ini, mulai dari memancing, menimba air untuk kebutuhan memasak dan mencuci, bahkan arena artaksi anak-anak kecil beradu lompat indah dari atas jembatan. Kembali ke nasib wanita tadi, dia Seripa, seorang wanita paruh baya yang sampai saat ini masih ketakutan akan kejadian yang telah menimpanya. Terlihat dari raut wajahnya yang seolah me

Mimpi Para Bedebah

Gambar
 Penulis: Indah Wulandari Pulungan Malam ini, salah satu rumah di kampung Pesisir kembali dibobol oleh pencuri. Anehnya, tidak ada barang-barang berharga yang diambil oleh pencuri itu. Hanya dua karung beras yang hilang dari tumpukan stok beras di rumah itu. Walaupun begitu, pemilik rumah tetap merasa waswas dan ketakutan. Menurut pemilik rumah, tidak ada jejak yang tertinggal dari pencuri yang masuk ke rumah mereka, bahkan pintu dan jendela pun tidak ada yang dirusak oleh pencuri itu. Kasus pencurian di kampung Pesisir membuat para warga semakin khawatir. Pencurian ini hampir setiap malam terjadi. Hal yang semakin membuat takut para warga adalah, karena tidak adanya barang-barang berharga yang diambil oleh pencuri itu. Selama satu minggu belakangan ini, sudah 5 rumah yang dibobol oleh pencuri itu. Namun, pencuri itu hanya mengambil stok-stok beras pada setiap rumah yang dimasukinya. Rumah pak Salman sudah dua kali dibobol oleh pencuri. Dua hari berturut-turut, pencuri itu hanya menc

Melamar Haifi di Hari Bahagianya

Gambar
 Penulis: Ahmad Zul Hilmi Hari yang paling memberikan senyum semringah. Sebuah cincin dengan lazuardi yang membuat mata menjadi terpana. Sebuah kalung juga telah dipersiapkan. Perjuangan yang berawal lengkara. Hingga fatamorgana jingga memberi luka olesan bahagia.  Haifi, apakah kau menyukai kembang?. Haifi apakah kau menyukai kuaci?. Mungkin kau suka yang ini, sebuah cincin yang sudah kupersiapkan untuk melamarmu di hari bahagiamu pada tanggal 7 november yang ke 24 tahun. Aku pikir, usiamu juga sudah cukup matang jika aku lamar dan aku nikahi. Sebelum aku mengutarakan semua yang berkemul di hatiku. Aku catat dulu di sebuah kertas. Semua itu aku lakukan bukan tanpa alasan. Aku ingin semuanya lancar. Maklum saja, aku orangnya sangat gagap dalam retorika, jadi semua harus dihafal agar tidak terjadi insiden berbahaya.  Reuni sekolah membuat aku sedikit terperenyak. Semua orang sudah datang dengan partnernya. Akan tetapi aku belum masih ada kejelasan akan pasangan. Semoga ada satu yang