Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Mengabdikan Diri untuk Tanah Kelahiran di Tengah Pandemi Covid-19

Gambar
  KKN Universitas Andalas Kota Sibolga 2021 Penulis: Indah Wulandari Pulungan Pengabdian yang secara langsung menerjunkan para mahasiswa ke tengah masyarakat dapat ditemui pada salah satu mata kuliah yang ada di setiap perguruan tinggi, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh mahasiswa yang sudah menyelesaikan perkuliahan di semester 6 dan memiliki jumlah SKS yang mencukupi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Andalas kembali menurunkan seluruh mahasiswa terbaiknya yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata di berbagai titik lokasi. Namun, hal yang istimewa telah terjadi pada dua tahun terakhir. Lokasi KKN lebih beragam dari sebelumnya, tepatnya sebelum kedatangan pandemi Covid-19. Pada tahun sebelumnya, mahasiswa angkatan 2017 telah lebih dahulu mencicipi peluh pengabdian di kampung halaman sendiri. Kini, hal serupa juga tengah dirasakan oleh mahasiswa angkatan 2018. Kelompok KKN dibagi berdasarkan wilayah tempat tinggal p

Penulisan Konjungsi

Gambar
Penulis: Wahyuni Fitri (Ilustrator: Joyken) Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Meskipun pemilihan kata-kata dalam puisi bebas, tetap harus memperhatikan tatabahasa, ejaan, dan tanda baca. Akhir-akhir ini banyak puisi yang tidak menerapkan kaedah bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti kesalahan penulisan konjungsi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antar kata, antar frasa, antar klausa, dan antar kalimat. Kata penghubung disebut juga konjungsi atau kata sambung, yang berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa (Hasan Alwi, dkk., 2003: 296). Dalam pengertian lainnya, konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi (Harimurti, 2007: 102). Dengan d

Praktek Titip Amplop di Indonesia

Gambar
 Penulis: Adel Yuhendra (Ilustrator: Joyken) Jelang pemilu, katanya, acara bagi-bagi amplop bakal bersiliweran untuk anggota-anggota timses yang terkadang memang mencari itunya doang. Hehehe. Kok bisa-bisanya saya berstatement seperti itu? Kisah ini berawal ketika saya, ingin membeli roti goreng di warung dekat rumah saya atau lebih mudah diingatnya seperti odadingnya Mang Oleh yang sedang viral akhir-akhir ini. Kalau soal rasa, makanan itu nggak jauh anjim banget juga dari odadingnya Mang Oleh. Nah balik lagi, saya saat itu cukup memesan 4 roti goreng plus teh goyang, (teh sisri). Nah, di saat saya lagi enak-enak nungguin kematangan roti goreng saya tadi, saya sedikit demi sedikit mendengar gosipan ibuk-ibuk yang juga sedang nongki-nongki ceunah bersama teman-teman sepergibahannya. Pembicaraan mereka cukup hangat, berapi-api membicarakan antara pasangan ini dan pasangan itu dan saya pun secara tidak sadar juga ikut-ikutan mendengarkan topik pembicaraan mereka. “Oi! Adel anaknya si...

Jebakan Tren

Gambar
Penulis: Risky Arbangi Nopi (Ilustrator: Joyken) Sekitar satu bulan lalu semua dunia terbangun karena bencana, kami bangun dan mendengar ledakan Lebanon. Ataga! Tiba – tiba dunia panik, kita membagikan artikel, membagikan video, bahkan mengirimkan pesan melalui gadget “Pray for Lebanon, selamatkan kota Beirut” kita meberi tahu teman-teman kita melalui telinga kanannya “Pray for Lebanon, selamatkan kota Beirut” membuat insta story melalui instagram, dan berteriak sekeras mungkin “Pray for Lebanon, selamatkan kota Beirut” itu adalah gerakan global yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Tapi, ini dia masalahnya? Kita tidak terlalu peduli dengan Lebanon atau ledakan Lebanon. karena dua bulan kemudian setalah kejadian, kita benar-benar melupakannya, dan kita tak terusik lagi. “Lagi pula, di mana Lebanon?” dan ini bukan pendapatku, ini adalah data. Menurut Google Trends minat dunia pada ledakan Lebanon telihat memuncak saat kejadian Agustus 05, 2020 dan turun drastis pada akh

Kisah Espektasi Mahasiwa Angkatan Korona

Gambar
Penulis: Ayis A. Nafis (Ilustrator: Joyken) “Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan.” Begitulah Joko Pinurbo memaknai kesepian. Dan sialnya, ungkapan tersebut segera menguasai ingatan kami. Perihal betapa duga-menduga tentang bermacam hal, membuat petakan-petakan keasingan kembali meruak. Tentang jarak, Pandemi ini memiliki andil banyak untuk mencipta sebuah posisi asing juga kaku bagi kami. Ia membuka formalitas baru lalu membentur kebiasaan-kebiasaan pola interaksi sejak terwarisi nenek moyang dulu. Beragam aspek kehidupan terkena dampak. Dan parahnya, pandemi berkepanjangan ini telah menyentuh posisi pendidikan di tengah-tengah dekadensi masyarakat. Meskipun, pendidikan tidak hanya bersijingkat di bawah naungan instansi, atap sekolah atau kampus, dan pendidikan –barangkali- bergerak dari bawah selimut hingga meja makan. Dari tempat angkringan hingga teras rumah agama. Tetapi setidaknya, lewat instansi tersebut, pokok persoa

Kata Ganti yang Terpisahkan

Gambar
Penulis: Indah Wulandari Pulungan (Ilustrator: Joyken) Berpisah memang suatu hal yang sangat menyakitkan, apalagi berpisah pas lagi sayang-sayangnya. Kerap kali ajang perpisahan menjadi pentas tangis bagi kaum muda yang tengah dimabuk cinta. Entah itu sudah menjadi tren masa kini, yang mungkin harus diberantas secepatnya. Jika tidak diberantas, “bucin” atau budak cinta bisa jadi akan menjadi pekerjaan yang laris manis di masa depan. Ya tidak apa-apa juga sih kalau pekerjaan itu bisa membawa kemajuan bagi negara berkembang kita ini. Siapa tahu di masa depan Indonesia jadi negara maju berkat proyek besar perbucinan, yang menjadi mata pencaharian terbesar bagi rakyatnya. Kita mengkhayal saja dulu. Eh, kok jadi bahas dunia perbucinan sih. Padahal judulnya tadi membahas kata ganti. Jadi begini, teruntuk kalian yang baru saja patah hati karena berpisah sama doi. Kalian tidak usah khawatir, nasib kalian sama kok dengan kata ganti yang akan kita bahas ini. Hmm, mungkin kalian lebi

Era 5.0, Era Para Golongan yang Katanya Berintelektual, Tapi Hanya Sebatas Sosial Media.

Gambar
Penulis: Adel Yuhendra (Ilustrator: Joyken) Dalam hakikatnya, dunia banyak menyimpan keindahan dan kekelaman di dalamnya. Dunia mempunyai sisi yang tidak diketahui oleh orang yang tidak ingin mengetahui, terkadang dunia dipenuhi dengan orang-orang ingin tahu, tapi tidak ingin mencari tahu kebenaran di balik kebenaran. Terkadang dunia diisi oleh kita yang sebenar dan selayaknya tokoh dalam sebuah game, yang kehidupan atau pun setelah kematian tidak ada seorang pun yang mengatahui validitasnya, kita hanya perlu melangkah ke medium selanjutnya, atau menyerah maka terhenti dan permainan berakhir. Tidak satu orang pun dari agama mana pun yang mampu menafsirkannya secara terperinci, sekalipun itu tokoh-tokoh pemuka agama. Semua yang dijalani oleh kita manusia dikatakan sudah ada takdir yang mengaturnya, tapi ada satu hal terpenting dari pemahaman terkontekstual manusia, bahwa manusia juga mampu merubah itu, kecuali takdir akan kematiannya. Takdir akan kematian menurut saya sama h