Potret Kearifan Lokal Sedekah Bumi di Solok Selatan

 Penulis: Indah Wulandari Pulungan

Sumber foto: Nusantara news

 Sumatera Barat adalah wilayah administratif bagi kediaman etnis Minangkabau. Minangkabau merupakan salah satu etnis yang ada di Indonesia dengan berbagai ragam kebudayaan yang dimilikinya. Kearifan lokal yang ada di wilayah Minangkabau merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijaga hingga saat ini.

 Berbicara perihal kearifan lokal, Sumatera Barat memiliki banyak wujud dari kearifan lokal yang masih ada dan dilestarikan hingga saat ini. Kearifan lokal adalah identitas budaya suatu wilayah yang merupakan ciri khas dari etika dan nilai budaya dalam suatu etnis yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal juga didefenisikan sebagai kemampuan beradaptasi, menata, menumbuhkan pengaruh dari budaya lain sebagai motor penggerak transformasi dan penciptaan keanekaragaman budaya di Indonesia.

 Sumatera Barat tidak hanya dihuni oleh etnis Minangkabau saja. Kedatangan etnis lainnya di Sumatera Barat menambah cita rasa keanekaragaman budaya yang menjadi milik bersama dan dilestarikan secara bersama oleh seluruh masyarakat di Sumatera Barat. Salah satu etnis yang turut mendiami wilayah Sumatera Barat adalah etnis Jawa di Kabupaten Solok Selatan. Etnis Jawa datang sebagai transmigran dan mendiami wilayah di Kabupaten Solok Selatan, seperti di Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sungai Kunyit, dan Dusun Tangah.

Hadirnya etnis Jawa di Kabupaten Solok Selatan memberikan warna baru bagi kekayaan tradisi yang sudah ada sejak lama di Kabupaten Solok Selatan. Sedekah bumi adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang dibawa oleh masyarakat Jawa dan dilestarikan bersama di wilayah Kabupaten Solok Selatan. Sedekah bumi dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki, berupa hasil panen dari sang Khalik. Syukuran sedekah bumi diselenggarakan setiap bulan Zulqaidah menjelang iduladha. Dalam acara sedekah bumi, terdapat gunungan yang berisi aneka hasil bumi yang akan diarak sepanjang jalan desa. Gunungan tersebut merupakan hasil panen yang menjadi simbol syukur pada Tuhan, dengan harapan mendapatkan hasil panen pertanian yang berkah.

Sedekah bumi ini dilakukan pertama kali pada tahun 1945, tepat pada tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, sudah 76 kali kegiatan sedekah bumi dilakukan bersama-sama oleh masyarakat Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di Lorong Sukabhakti, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir. Pada tahun ini kegiatan sedekah bumi mengangkat tema “Mari Kita Tingkatkan Semangat Membangun Negeri Demi Terwujudnya Kebersamaan dan Kesejahteraan untuk Semua”.

Tradisi sedekah bumi merupakan tradisi dari masyarakat Suku Jawa yang ada di Kabupaten Solok Selatan, khususnya yang menetap di Sukabhakti. Namun, tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Jawa saja, masyarakat Minang yang tinggal di daerah tersebut juga turut serta ikut dalam kegiatannya. Meskipun tak berada di tanah Jawa, masyarakat suku Jawa ini tak pernah melupakan dan meninggalkan tradisi leluhur mereka. Tradisi sedekah bumi ini mereka bawa ke lingkungan tempat tinggal yang sekarang, dan telah menjadi kegiatan yang arif, dan bijaksana untuk dilestarikan bersama. Sebab, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Khalik atas limpahan rezeki yang diberikan. Dan hasil panen yang diarak tersebut adalah hasil panen milik warga, yang kemudian akan dibagikan lagi kepada seluruh warga.

Berdasarkan sejarahnya, diketahui masyarakat suku Jawa di Jorong Sukabhakti ini datang ke Kabupaten Solok Selatan sebagai pekerja di perkebunan kopi Golden Arm pada masa penjajahan Belanda dulunya. Mereka kemudian tinggal menetap dan membangun keluarga, lalu berkembang dan bertahan hingga saat ini sebagai masyarakat Kabupaten Solok Selatan.

Menurut kepercayaan turun-temurun dari masyarakat ini. Sedekah bumi akan mendorong turunnya jumlah rezeki yang lebih banyak dari Tuhan, Sang Pemberi rezeki. Tak heran, para generasi selalu dituntun untuk tak melupakan tradisi tersebut. Doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk masyarakat Sukabhakti, melainkan untuk seluruh rakyat tanah air. Sedekah bumi ini juga mengandung makna, barang siapa yang mendapatkan hasil dari gunungan sedekah bumi tersebut akan mendapatkan keberkahan.

Berbagai kegiatan pun turut mewarnai pergelaran tradisi sedekah bumi yang berlangsung kurang lebih selama empat hari ini, meliputi kegiatan majelis taklim, tahlilan, dan doa-doa yang diminta sebagai rasa syukur atas keberhasilan panen pada tahun ini, juga harapan yang sama untuk tahun-tahun selanjutnya. Selain itu, pentas kesenian juga turut meramaikan kegiatan sedekah bumi ini, seperti wayang kulit, kuda lumping, gamelan dan hiburan rakyat lainnya.

Tradisi sedekah bumi ini sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Kabupaten Solok Selatan. Sebab, tradisi ini sudah berlangsung begitu lama dan masih dilestarikan hingga saat ini. kearifan lokal adalah salah satu aspek yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan. Kearifan lokal merupakan cara hidup suatu masyarakat dan berhubungan secara spesifik dengan budaya tertentu. Setiap suku bangsa memiliki kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai sosial budaya yang harus dijaga. Hal ini termasuk pendidikan, kesehatan, serta nasehat-nasehat leluhur untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia, bahkan alam tempat tinggalnya. Kearifan lokal biasanya tercermin dalam nilai-nilai kelompok masyarakat tersebut, seperti pada nyanyian, pepatah, tarian, kegiatan, atau bahkan semboyan. Nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam di dalam kelompok masyarakat, akan menjadi bagian hidup yang tidak dapat terpisahkan dan berusaha untuk dilestarikan secara bersama-sama.

Menurut UU No. 32 tahun 2009, kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari. Beberapa ciri-ciri kearifan lokal adalah: (1) Mampu bertahan dari pengaruh budaya luar, (2) memiliki kemampuan mengakomodasi budaya luar, (3) memiliki kemampuan mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya asli, (4) memiliki kemampuan mengendalikan, (5) memiliki kemampuan memberi arah dan petunjuk perkembangan budaya.

Kearifan lokal juga memiliki berbagai fungsi yang baik untuk masyarakat. Beberapa fungsi dari kearifan lokal tersebut adalah: (1) Sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan, (2) untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam, (3) untuk pengembangan sumber daya manusia, misalnya berkaitan dengan upacara daur hidup, konsep kanda pat rate, (4) untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, misalnya pada upacara saraswati, kepercayaan dan pemujaan pada pura Panji, (5) bermakna etika dan moral, misalnya yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur, serta kegiatan sedekah bumi, (6) bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat, dan (7) bermakna politik, misalnya upacara ngangkuk merana dan kekuasaan patron client.

Berbagai bentuk kearifan lokal yang ada di Indonesia adalah bukti bahwa Indonesia kaya akan berbagai ragam kebudayaan yang masih ada dan dilestarikan dari zaman ke zaman. Kearifan lokal tersebut dapat menjadi citra yang unik bagi suatu daerah untuk dapat lebih luas dikenal oleh masyarakat luar, namun tidak terpengaruh dan tergerus oleh


Biodata Penulis

Indah Wulandari Pulungan adalah mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Andalas. Ia juga merupakan mahasiswa program fast track S-2 Kajian Budaya Universitas Andalas. Perempuan kelahiran 30 Oktober 2000 ini aktif menulis di media massa, dan telah menerbitkan dua buku.



Komentar

  1. Lucky Club | Play online casino with real money | Lucky Club
    Play Lucky Club casino games with real money or bitcoin, no deposit, withdraw or credit cards needed. Register and start playing now! 카지노사이트luckclub Rating: 5 · ‎1 vote

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer