Puisi M. Fadli Yahya

 


Pandemi

Sungguhlah kencang kuda berlari

Kuda berlari memakai pelana

Dokter bekerja korbankan diri
Demi menolong pasien Corona

Ikan teri besar kepala
Kepala dibuang menjadi sampah
Corona semakin merajalela
Mari berdiam diri di rumah

Naik ke puncak gunung dengan teman
Di gunung banyak tumbuh pohon Cendana
Kita hindari sementara berjabat tangan
Berjabat tangan membawa virus corona

Di Bengkulu ada bunga Raflesia
Bunga tumbuh di dalam hutan
Virus Corona melanda dunia
Mari hindari jaga kesehatan

Di muara Padang banyak buaya
Buaya timbul manusia lari
Virus Corona sungguh berbahaya
Mari bersama menjaga diri

Ikan asin ikan sepat
Ikan digoreng bersama ceker
Virus corona menyebar cepat
Mari biasakan memakai masker

Corona 

Sungguhlah kencang kuda berlari
Kuda berlari memakai pelana
Dokter bekerja korbankan diri
Demi menolong pasien Corona

Ikan teri besar kepala
Kepala dibuang menjadi sampah
Corona semakin merajalela
Mari berdiam diri di rumah

Naik ke puncak gunung dengan teman
Di gunung banyak tumbuh pohon Cendana
Kita hindari sementara berjabat tangan
Berjabat tangan membawa virus corona

Di Bengkulu ada bunga Raflesia
Bunga tumbuh di dalam hutan
Virus Corona melanda dunia
Mari hindari jaga kesehatan

Di muara Padang banyak buaya
Buaya timbul manusia lari
Virus Corona sungguh berbahaya
Mari bersama menjaga diri

Ikan asin ikan sepat
Ikan digoreng bersama ceker
Virus corona menyebar cepat
Mari biasakan memakai masker

Corona

Rakyat butuh pemimpin yang layak jadi panutan
Bukan pemimpin yang lembek dan selalu main perasaan
Rakyat butuh pemimpin yang tegas dan tak takut akan kritik serta ancaman
Bukan Pemimpin yang hobi mengumbar janji dan sekedar pengharapan

Kamu bilang ini Merdeka
Tapi rakyat masih menderita
Kamu bilang rakyatmu hidup tenteram dan bahagia
Kalau saja kamu tahu masih ada yang makan sepiring untuk bertiga

Bayangmu

Bayanganmu, selalu hadir setiap malamku
saat suasana menjadi horor
dan mencekam
Bayanganmu selalu datang di setiap mimpiku
saat aku mimpi buruk
Bayanganmu, selalu menemani dalam sepiku
saat aku merasa sendiri
dan ketakutan
aku pun tak kuasa menyimpan tanya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Puisi Ridho Alsyukri

Penulisan Konjungsi