Puisi Ardhi Ridwansyah


(Ilustrator: JoyGo)


Terpasung Di Sudut Mata 

Di sudut mata itu, 

Ia tertunduk lesu, 

Selepas menulis puisi sendu, 

Yang digarap dengan ragu. 


Terserak air mata dan darah, 

Merangkak selimuti diri, 

Mendekap dan berbisik, 

Mengusik jiwa ringkih. 


Bicara tentang lara, 

Goreskan duka dalam hati, 

Yang sengsara. 


Terpenjara dalam ruang, 

Sunyi dan hampa memagas, 

Kepala yang penuh tanda tanya. 


Tiada cahaya dalam sorot matanya, 

Mungkin telah mati sejak hati, 

Tertikam oleh rasa yang tertatih, 


Namun kata siap menemani, 

Merangkul makna dalam secarik kertas, 

Yang terisi cinta dan benci, 

Menanti sunyi datang kembali.

Jakarta, 20 Maret 2021


Matinya Makna Di Senja Hari 

Kala senja tiba, 

Alunan rinduku telah tiada, 

Berganti bising jalan yang menerka, 

Setiap jiwa menyeka luka dalam dada. 


Peluh dan keluh berceceran di jalan raya, 

Teduh mata kini redup dengan air mata, 

Yang menyelinap di sisi batin nan rapuh. 


Para burung tepekur memandang kata, 

Yan terucap dari mulut pendusta, 

Dan awan merintih kala sesal hanya, 

Bagian dari sandiwara. 


Ketika kaki melangkah, 

Menuai rasa yang hambar, 

Seketika makna minggat, 

Lari menuju tempat sepi, 

Lantas memaki diri, 

Siap mati kala waktu terhenti.

Jakarta, 20 Maret 2021


Elegi Hari 

Tanah-tanah yang congkak, 

Bunga pongah tak rekah, 

Meski pagi cerah senyum semringah, 

Tak menawarkan kasih hari ini, 

Tergores lara dalam diri. 


Duduk di bangku taman sendiri, 

Menukil bait puisi yang lamur, 

Kala senja datang membawa, 

Rindu yang luntur. 


Kerahkan ramahku pada semesta, 

Meski tak terdengar rasaku yang menjerit, 

Berharap mekar para hati yang duka. 


Menyapa raga dengan sebungkah angan, 

Melayang-layang terbayang lalu terbuang, 

Kembali menyusun kata, merajut asa, 

Menebar teror di setiap jemala yang usang. 

Jakarta, 20 Maret 2021 


Melinjak Kenangan 

Debu-debu selimuti kalbu, 

Tersedak dan terdesak, 

Oleh rindu memasung waktu,

Tiada kata melangkah, 

Diam membisu duduk, 

Dalam hamparan segala dosa. 


Hanya diri yang iri, 

Mengupas wajah sendiri, 

Penuh dengki dan pemujaan, 

Terhadap berhala dunia; 

Kecantikan! Ketampanan! 

Kekayaan!  Ketamakan! 


Geliat belatung tak hitung, 

Kapan masa menua, 

Atau jarum jam hilang arah, 

Dari yang semestinya ia berjalan, 

Hilang kendali jiwa! 


Para badut tertawa, 

Pecahkan kaca untuk jemawa, 

Dan seonggok tahi anjing di tepi jalan, 

Lambat laun mengering, 

Sisa aroma meneror hidung untuk berdering. 


Melinjak kenangan, 

Hanya terpantul air mata, 

Yang penuhi lubang genangan, 

Sapa senyum ranum, 

Tanpa rasa mengundang kagum.

Jakarta, 2021 


Sebatas Doa

Sebatas doa yang mendekatkan kita, 

Pada wajah-wajah dulu, 

Sempat tertawa dan meramu, 

Setiap kata dalam balutan cinta. 


Tak lagi jemari bersatu, 

Hanya imajinasi parasmu, 

Kaitkan rindu yang kini tak menyatu. 


Kau bersenandung di utara, 

Sedang aku memetik gitar di selatan, 

Terpisah garis khatulistiwa yang terbentang, 

Meretas simpul kisah yang terbina. 


Gigil mata tanpa hangat yang kau tuai, 

Kala dekapmu memenggal luka dalam jiwa, 

Sedang kau, menyapa waktu yang terpaku, 

Lekas tertawa melihat hati beku, 

Tiarap di kaki khatulistiwa; mengundang ragu. 

Jakarta, 20 Maret 2021 


Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, nusantaranews.co, pucukmera.id, ibtimes.id., dan cerano.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Puisinya juga dimuat di media seperti kawaca.com, catatanpringadi.com, apajake.id, mbludus.com, kamianakpantai.com, literasikalbar, ruangtelisik, sudutkantin.com, cakradunia.co, marewai, metafor.id, scientia.id, LPM Pendapa, metamorfosa.co, morfobiru.com, Majalah Kuntum, Radar Cirebon, koran Minggu Pagi,  Harian Bhirawa, Dinamika News,  Harian SIB dan Harian BMR FOX. Penulis buku antologi puisi tunggal Lelaki yang Bersetubuh dengan Malam. Salah satu penyair terpilih dalam “Sayembara Manuskrip Puisi: Siapakah Jakarta”.   E-Mail: ardhir81@gmail.com, alamat: Jl Buaran II RT 09/13 No.5A Klender, Jakarta Timur, WA: 089654580329. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Puisi Ridho Alsyukri

Penulisan Konjungsi