Mengabdikan Diri untuk Tanah Kelahiran di Tengah Pandemi Covid-19

 KKN Universitas Andalas Kota Sibolga 2021

Penulis: Indah Wulandari Pulungan

Pengabdian yang secara langsung menerjunkan para mahasiswa ke tengah masyarakat dapat ditemui pada salah satu mata kuliah yang ada di setiap perguruan tinggi, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh mahasiswa yang sudah menyelesaikan perkuliahan di semester 6 dan memiliki jumlah SKS yang mencukupi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Andalas kembali menurunkan seluruh mahasiswa terbaiknya yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata di berbagai titik lokasi. Namun, hal yang istimewa telah terjadi pada dua tahun terakhir. Lokasi KKN lebih beragam dari sebelumnya, tepatnya sebelum kedatangan pandemi Covid-19.

Pada tahun sebelumnya, mahasiswa angkatan 2017 telah lebih dahulu mencicipi peluh pengabdian di kampung halaman sendiri. Kini, hal serupa juga tengah dirasakan oleh mahasiswa angkatan 2018. Kelompok KKN dibagi berdasarkan wilayah tempat tinggal para mahasiswa. Hal itu dilakukan, untuk membatasi mobilitas mahasiswa ke luar dari wilayah tempat tinggalnya, guna mencegah tingginya kasus penyebaran Covid-19. Pembagian kelompok KKN seperti demikian memiliki dampak positif yang cukup banyak. Pasalnya, setiap mahasiswa dapat terjun langsung ke tengah masyarakat di wilayah tempat tinggalnya (dan kebanyakan wilayah itu juga merupakan tanah kelahirannya).

Universitas Andalas memiliki mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Oleh sebab itu, mahasiswa yang berada di satu wilayah terdekat digabungkan dalam satu kelompok yang sama. Mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara dibagi menjadi 8 kelompok yang dibimbing oleh masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Salah satu kelompok KKN di wilayah Sumatera Utara adalah kelompok mahasiswa yang berasal dari daerah Nias, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Kelompok ini dibimbing oleh Dr. Zozy Aneloi Noli, dosen dari Fakultas MIPA Universitas Andalas. Kelompok KKN yang dibimbing oleh Dr. Zozy Aneloi Noli, dibagi menjadi 3 posko. Posko pertama di wilayah Nias, posko kedua di wilayah Sibolga, dan posko ketiga di wilayah Tapanuli Selatan.

Berbagai program kerja telah dirancang dan didiskusikan bersama para mahasiswa dari setiap posko dengan Dr. Zozy Aneloi Noli, melalui media virtual. Keakraban antar mahasiswa harus dibangun dengan saksama dan bersama. Sebab, kegiatan harian yang dilakukan oleh mahasiswa hanya berlangsung antar mahasiswa dari satu posko yang sama, dikarenakan jarak antar posko memiliki jarak yang cukup jauh. Oleh karena itu, peran media virtual sangat besar untuk menyatukan setiap mahasiswa yang belum pernah bertemu agar mengenal satu sama lain, serta menyatukan jiwa persaudaraan antar mahasiswa.

Tim KKN posko-2 beranggotakan 5 mahasiswa Universitas Andalas yang berasal dari berbagai fakultas. Afifah Qomariah Munthe adalah mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Indah Wulandari Pulungan dari Fakultas Ilmu Budaya, Melisa Mutiara dari Fakultas Peternakan, Sofia Nur Yenni Safitri Tanjung dari Fakultas MIPA, Tristantowi Suharto dari Fakultas Ekonomi. Kelima mahasiswa yang tergabung dalam posko-2 kota Sibolga dan Tapanuli Tengah ini saling merangkul bersama dan merancang program kerja, guna mengabdikan diri di tengah masyarakat kota Sibolga.

Beberapa program kegiatan telah dijalankan oleh tim KKN posko-2 kota Sibolga, yang berkegiatan di wilayah kelurahan Pancuran Dewa Kota Sibolga. Kedatangan mahasiswa KKN Universitas Andalas, disambut dengan tangan terbuka oleh Lurah beserta jajarannya. Seluruh program kerja yang telah dilaksanakan selalu mendapatkan dukungan dari pihak kelurahan. Pandemi Covid-19 ini membawa anak-anak daerah untuk pulang dan mengabdikan diri di kampung halamannya. Hal ini dimanfaatkan oleh tim KKN posko-2 untuk lebih mengenal dan dapat menyentuh secara langsung tanah kelahirannya.

Menggali lokasi pariwisata dan budaya di kota Sibolga untuk memperkenalkannya ke masyarakat luar daerah menjadi salah satu program kerja yang dijalankan oleh tim KKN posko-2. Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan yang melibatkan interaksi langsung bersama masyarakat sangat sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, membuat video edukasi dan sosialisasi melalui media daring menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat. Edukasi yang diberikan kepada masyarakat lebih banyak terkait dengan penanganan Covid-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tim KKN posko-2 juga turut serta terjun ke lapangan bersama pihak kepolisian untuk merazia penggunaan masker bagi pengendara motor di perbatasan kota Sibolga dan kabupaten Tapanuli Tengah.

Melakukan penyemprotan di wilayah kelurahan Pancuran Dewa, juga turut dilakukan oleh tim KKN posko-2. Pada kegiatan tersebut, seluruh anggota tim menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan lengkap. Penyemprotan disinfektan dilakukan di area rumah warga. Selain itu, tim KKN posko-2 juga bekerja sama dengan pihak kelurahan dalam kegiatan pembagian masker kepada masyarakat. 

Merawat, menjaga, dan mengawasi adalah bagian dari kasih sayang yang dapat diberikan oleh tim KKN posko-2 untuk masyarakat kota Sibolga. Semoga, pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata ini dapat berdampak baik bagi masyarakat.


Biodata penulis

Indah Wulandari Pulungan adalah mahasiswi aktif Sastra Indonesia Universitas Andalas. Penulis antologi puisi Lelaki Wanitaku dan kitab cerpen Titian Senja ini lahir di Kota Sibolga, pada tanggal 30 Oktober tahun 2000. Saat ini, ia aktif berkegiatan di komunitas literasi Lapak Baca Pojok Harapan. Tulisannya telah dimuat di berbagai media massa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Puisi Ridho Alsyukri

Penulisan Konjungsi