Puisi Tuti Masda Yani

 

Saudara

Kita lahir dirahim yang sama

Memiliki perawakan serupa tak terpisah

Ibarat pinang dibelah dua

Kau ada sebelum aku berkunjung ke bumi ini

Impian Ibu adalah agar kita selalu hidup rukun

Saling membantu bukan membenci

Kau adalah saudaraku

Tempat berkisah yang tak jenuh mendengar

Tetaplah beriringan walau di jalan yang berbeda

Hidup yang bahagia adalah impian kita

Meski suatu hari nanti kita akan menjalani kehidupan yang berbeda

Balai Selasa, 2020


Sepasang Sepatu Kaca

Tak sengajaku lihat sepasang sepatu kaca

Tergeletak di sudut jendela toko tua

Amat indah kala mata memandang

Hei sepasang sepatu kaca

Bolehkah aku menjadi Tuanmu

Aku ingin memilikimu

Kau tampak anggun jika dikakiku

Aku ingin menari bersamamu

Melompat tinggi ke angkasa

Seakan tidak ada beban dibenakku

Melepas semua rasa letih

Alangkah indah jika semua itu kulakukan bersamamu

Wahai sepasang sepatu kaca

Balai Selasa, 2020



Pelangi Indah di mata Ibu

Ibu

Aku tak ingin kau tampak gundah

Kepergianku ke kota hanya sekejap saja

Aku pasti pulang

Dengan Impian yang telah aku tekadkan

Ibu

Aku tak ingin air matamu menetes terlalu deras

Kehidupan di kota memang keras

Aku pasti pulang

Dengan kesehatan yang selalu kau ingatkan

Aku hanya ingin melihat pelangi indah dimata ibu

Dan berkata kepadaku

Aku bahagia memiliki anak sepertimu

Balai Selasa, 2020


Keheningan malam

Disaat cahaya rembulan mulai memudar

Ia tampak tak melihatkan wujudnya lagi

Suara jangkrik mulai terdengar riuh

Tapi malamku masih hambar

Lampu corong mulai menyoroti wajahku

Aku masih saja duduk di kursi bambu

Dan tanganku mulai terasa membeku

Rasa hancurku sebab kau tinggalkan

Masih terlintas dibenakku

Bahkan senyumanmu masih kulihat

Seakan kau sedang tertawa bahagia

Setelah mematahkan hatiku

Sedangkan aku di sini penuh dengan luka

Luka yang tak dapat kusembuhkan dengan segera

Balai Selasa, 2020


Cerita yang Telah Usang

Kulihat tumpukan buku di lorong

Yang penuh cerita tentang kita

Tempat kita sering bercengkrama

Membaca buku hingga larut pulang

Kini semua buku-buku itu

Telah usang tak terawat

Begitu jua dengan cerita kita

Tak pernah kuingat lagi

Dibatas mana kita berakhir

Jalinan indah persahabatan yang kurangkai

Kini telah sirna ditelan waktu

Kesalahpahaman yang timbul

Membuat kisah kita lebur

Lalu kau memutuskan untuk pergi

Aku masih menunggumu kembali

Meski cerita tentang kita telah usang

Balai Selasa, 2020



Biodata penulis


Tuti Masda Yani, lahir dan menetap di Balai Selasa, 09 Oktober 1995. Seorang sarjana Akuntansi di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Hobi menulis dan membaca buku. Bisa dijumpai di Facebook tuti masda yani.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Kontributor Gokenje.id

Puisi Ridho Alsyukri