Puisi Syukur Budiardjo

 


Siapakah Dia?

Dia ada di kereta. Ada di bus kota. Ada di balai kota. Ada di Jakarta. Ada di Purwakarta. Ada di Surakarta. Ada di Jogjakarta. Ada di Minnesota. Ada di Dakota. Ada di Atlanta. Ada di Kolkata. Ada di Bogota.

Dia ada di celana. Ada di Singaparna. Ada di Natuna. Ada di Ghana. Ada Arizona. Ada di Indiana. Ada di Argentina. Ada di Bostwana. Ada di China.

Dia ada di Jetis. Ada di Cimanggis. Ada di Bengkalis. Ada di Parangtritis. Ada di Paris. Ada di Inggris. Ada di Portugis. Ada di Swiss.

Dia ada di keraton. Ada di Buton. Ada di Kanton. Ada di Boston. Ada di Washington. Ada di Wellington.

Dia ada di Surabaya. Ada di Tasikmalaya. Ada di Nagoya.

Siapakah dia?

Jawab: Dia virus corona.

Penakluk dunia.

Cibinong, Agustus 2020

Yang Disukai dan yang Ditakuti

Yang disukai banyak orang:

Toyota Corona.

Yang ditakuti setiap orang:

wabah corona.

Cibinong, Agustus 2020

Macam-macam Alat Penutup

Penutup kepala: topi.

Penutup payudara: beha.

Penutup kemaluan: cangcut.

Penutup hidung dan mulut

Di masa wabah corona: masker.

Cibinong, Agustus 2020.

Covid-19

Mengapa disebut Covid-19?

Karena jika virus corona merebak

Di tahun 2020 disebut Covid-20.

Di tahun 2018 disebut Covid-18.

Mengapa tak disebut Covid Babi?

Sesuai dengan shio kalender China.

Tempat muasal virus corona.

Mulai mendera ke seluruh dunia.

Cibinong, September 2020

Mencuci Tangan

Ketika wabah corona meneror negeri ini, kebiasaan baru yang mengemuka adalah mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah kita bepergian ke mana-mana. Jika kita mau tidur, kita harus mencuci kaki. Setelah makan, kita mencuci mulut dengan buah pisang atau pepaya. Yang paling sering kita lakukan sejak dulu adalah mencuci mata, melihat sesuatu yang serba elok dan indah di pusat perbelanjaan, di pantai, di taman, dan di gedung bioskop.

Cibinong, September 2020

Formula Anti Corona

Imun + Iman = Aman. Amin.

Cibinong, September 2020

Kebiasaan yang Hilang

Kebiasaan yang hilang pada saat ini adalah bersalaman antarjamaah setelah shalat berjamaah di masjid. Wabah corona dapat merenggangkan tali silaturahmi dengan sesama. Nmun, tak mampu melepaskan keterikatan setiap insan dengan Allah Yang Maha Kuasa. Pencipta corona. Senantiasa.

Cibinong, Oktober 2020

Alur Penularan Virus Corona Menjadi Pandemi Covid-19

 Wong A Siu di Wuhan, China, tak mnyadari bahwa ia telah tertyular virus corona. Wong A Siu menghadiri sebuah resepsi keluarga atas undangan sahabatnya Kokoromotomo di Tokyo, Jepang. Kokoromotomo tertular virus corona. Kokoromotomo berkunjung ke Jakarta sekadar berpesiar. Hobinya yang blusukan dan keluyuran ke tempat-tempat hiburan malam menularkan virus corona kepada penyanyi kelab malam tersebut. Bunga – sebut saja demikian nama penyayi di kelab malam tersebut -- tertular virus corona. Bunga sakit karena imunitas tubuhnya lemah. Suhu tubuhnya sangat tinggi, empat puluh derajat celcius. Demam. Selain itu, ia juga batuk-batuk dan kepalanya pusing. Hidungnya tak mampu lagi mecium aroma sate padang yang sedang dibakar dan aroma ikan asin yang sedang digoreng. Setelah diperiksa oleh dokter melalui tes swab dipastikan bahwa Bunga positif menderita Covid-19. Karena Bunga seorang penynayi berwajah cantik, ia disukai oleh banyak lelaki yang menjadi pelanggan kelab malam tersebut. Mereka yang semapat berkomunikasi dengan Bunga, sebelum ia menyadari mengidap Covid-19, Pak Edi, bos perusahaan transportasi bus, Pak Mulyo, manajer bank swasta terkenal, dan Pak Rudi, seorang pengacara di ibukota, juga tak menyadari telah tertular Covid-19 dari Bunga. Begitu seterusnya hingga Covid-19 menyebar dan menular ke mana-mana tanpa bisa diputus mata rantainya. Menuru kabar terakhir, penderita covid-19 di negeri ini telah menembus angka tiga ratus ribu orang.

Cibinong, Oktober 2020

Catatan: Nama-nama orang yang muncul di dalam puisi ini fiktif belaka. Jika ada nama yang sama dengan nama seseorang.ini hanya kebetulan belaka.

Biodata Penulis


 Syukur Budiardjo, Penulis dan Pensiunan Guru ASN di DKI Jakarta. Alumnus Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Jurusan Bahasa Indonesia IKIP Jakarta. Menulis artikel, cerpen, dan puisi di media cetak, media daring, dan media sosial. Kontributor sejumlah antologi puisi. Menulis buku kumpulan puisi Mik Kita Mira Zaini dan Lisa yang Menunggu Lelaki Datang (2018), Demi Waktu (2019), Beda Pahlawan dan Koruptor (2019), buku kumpulan esai Enak Zamanku, To! (2019), dan buku nonfiksi Strategi Menulis Artikel Ilmiah Populer di Bidang Pendidikan Sebagai Pengembangan Profesi Guru (2018). Akun Facebook, Instagram, dan Youtube menggunakan nama Sukur Budiharjo. Tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Puisi Ridho Alsyukri

Penulisan Konjungsi