Puisi Nurmansyah Triagus Maulana

 


ODGJ

Seseorang tengah nikmat di kursi panjang

Di sebelah orang sedang mengujar keras

Anda tahu? Gusti Allah Maha Rahman dan Rahim

Saya kalau jadi pejabat sebagai perantara Tuhan

Saya kasih tahu haah, kusiapkan uang untuk kalian

Mobil?

Sepeda motor?

Kulkas?

Atau apa haah?

Fleksibel bukan?

Orang di kursi bangun barangkali itu sesuatu yang bagus

Keras, lantang, dan bijaksana dari ruang sebelah

Dilihatnya orang kumal berbaju sobek-sobek

Kali ini berteriak keras

“Ternyata ODGJ” ia kembali dengan kekosongan

Pemalang, Oktober 2020

Jalan-jalan di Batas Kota

Cemara telah menerbangkan sesuatu

Jalanan tidak menjejak apa pun tentang dirimu

Apalagi angin sengaja melupaku dan dirimu

Kemarin baru saja ada lelah di sini

Sekaligus riang kini menjadi siluet

Kemudian menjadi sepi

Nyaman saja berjalan dengan kenang

Seraya kau sudahi kenangan ini

Antara kotaku dan kotamu

Pemalang-Purbalingga, Oktober 2020

Rasa-rasa Hari Ini

Di lalu lintas orang mengenal makna

Berjalan di kala merah dan tetap jalan kala hijau

Pemegang aturan atas dasar cinta diklaim setiap orang

Seseorang lugas bersumpah-serapah

Hakimi kepikunan bahkan kelalaian tak terencana

Tiada ragu kala semua itu adalah konvensi

Menerangkan setengah hati hari ini

Kepadamu,

Kepadanya,

Kepada kita,

Hingga benar tahu seutuhnya menjadi rasa

Seseorang sedang memperebutkan cinta di jalan

Moga, Oktober 2020

Perjumpaan di Kedai Kopi

Kuucapkan selamat malam biasanya

Bersua kawan di meja pojok

Yang malamnya kemudian bintang ikut

Ngalor-Ngidul begitu kita

Bicara apa malam itu?

Tidak apa-apa, hanya makna di antara kopi

Yang sebenarnya tak perlu dimengerti

Tapi cukup kenyamanan yang mengerti

Randudongkal, Oktober 2020

Pada Aglaunema

Temanku baru saja berkata

Perihal rasa sukanya pada janda bolong

Segitu semangatnya menghitung daun-daunnya

Mungkin jelma pernak-pernik pada imajinya

Sampaikan padaku tuk belikannya

Aku malas menyenangkannya

Kusodorkan aglaunema kesayangan

Tak tahu nanti, berikut rasa sesal atau makna

Untuk tak selamanya menghuni kekaguman ini

Senantiasa terbiasa melakukannya

Pemalang, Oktober 2020


Biodata penulis


Nurmansyah Triagus Maulana, lahir di Pemalang, 24 Agustus 1994. Berkegiatan di Komunitas Buku Terbuka Pemalang dan Rasi Pena Pemalang . Pernah juga menulis cerpen dan puisi di beberapa media. FB: Nurmansyah Triagus Maulana, IG: noormansyahtriagus24


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Kontributor Gokenje.id

Puisi Ridho Alsyukri