Puisi Edo Sapraja

 


Tenggelam


Aku tenggelam dalam laut itu

Dihantam  gelombang 

Diterjang sang ombak

Hanyut dalam permasalahan tanah airku

Hingga lupa rasa manis merah jambu

Kuselami lagi cinta dan kasih sayang

Sebagai penenang problematika negeriku


(Siguntur, 2020)



Rantai Baru Kacung


Hai Kacung-kacung di luar sana

yang akan turun kejalan-jalan

Menggaungkan status perkacungan kalian

Status rantai dan kekangnya

Yang dulu usang dan karatan

Dan kelak akan digantikan

Dengan besi-besi barunya

Made-in manca negara


(Padang,2020)



Esok


Hai Kacung yang esok turun ke jalan

Hati-hatilah esok di jalan

Jangan kau pergi dengan tangan kosong

Bawalah ranti-rantai lamamu

Bawalah juga Kekang barumu

Jangan sekali kau pergi kosong

Supaya jangan engkau di jalan

Malah diperkacungi esok di jalan


(Padang, 2020)



Negeriku yang lucu


Sungguh lucunya negeri ini

Guyonan akbar tahun ini

Lucunya sudah tidak ketulungan lagi

Bukan karena tontonan stand-up komedi

Atau opera komedi yang hampir mati

Tapi karena rakyat di negeri ini

Diperkacungi kacung sendiri


(Padang,2020)



Selamat datang di negeri ini


Ketika hak dan kewajiban hanya sebatas permainan

Ketika menghina pemimpin di negeri seberang

Lebih aman dari berguyon di negeri sendiri

Negeri yang menggaungkan demokrasi

Penampung segala aspirasi

Suara-suara leher berdasi

yang mementingkan perut sendiri

Selamat datang di negeri ini


(Suatu malam, 2020)


Biodata penulis



Nama saya Edo sapraja, biasa di panggil Edo. Berkelahiran Bekasi tahun 1998. Saat ini aktif berkegiatan di Lapak Baca Pojok Harapan. Bertahan hidup di Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UNAND. “At least I try and never want to stop to try”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Puisi Ridho Alsyukri

Penulisan Konjungsi