Temanku Masa Depanku

 Penulis: Zidni Karimatun Nisa’

Pernah suka sama seseorang gak sih?, tapi sayangnya yang kita sayang teman kita sendiri. Hahahaha aneh ya emang, mencintai orang yang hampir setiap hari kita lihat, didekat kita, dan slalu ada untuk kita. Kalo kata pepatah Jawa sih Tresno Jalaran Soko Kulino yang artinya perasaan suka itu muncul karena terbiasa. Mungkin ini yang akhirnya membuat banyak orang memendam perasaan dengan teman sendiri. Istilah ini memang sudah tidak terlalu asing terdengar, tapi bagi kalian yang merasakannya pasti tahu dong bagaimana rasanya memendam perasaan dengan dia yang setiap hari kalian temui. Rasanya kayak memendam beban yang sangat berat, apalagi kalau lagi dia sedang meminta pendapatkan kita tentang orang lain yang berujung kata kagum dan lain sebagainya, pengen marah tapi kita siapa, gak marah tapi ya gimana hati orang mana bisa ketipu, yah akhirnya cuma senyum-senyum ketus aja, kalau kita dimintai pendapat pasti jawabannya singkat, iya, tidak. Intinya berharap banget bisa mengakhiri pembicaraan tersebut dengan cepat dan tanpa menimbulan efek curiga.

Kenalin aku Alfa Sandari dan itu temanku Roby Sarodi. Jangan diketawain, iya Sarodi itu nama marga dari ayahnya, katanya kakek buyutnya Roby selamat dari kerja rodi, jadi disingkat Sarodi. Hehehehe makanya sering dijadikan guyonan sama teman-teman dan kalo Roby dengar pasti, wajahnya slalu merah kayak disiram air panas, hehe tapi aku slalu bilang

“udalah Bi gitu aja marah, kalo kakek buyut lo dulu gak selamat, mana muncul lo diperadaban ini, hehehe”

“lo tuh Fa gak tahu perasaan gue”

“idih baperan”

Ya itulah Roby, kalo udah marah pasti pergi, kalo udah ngambek semua yang deket juga kena, kalo wajahnya udah berubah warna, jangan ditanyain, kalian pasti kena semprot.

Anehnya aku bertahan jadi temannya Roby, yang sering kena marah, kena semprot tapi gak tahu kenapa takdir serasa terus mendekatkan kita. Dari mulai SMP tiga tahun kita sekelas, di SMA tanpa janjian kita juga daftar disekolah yang sama, beruntung dikelas 1 dan 2 kita berbeda kelas, namun kelas 3 kembali lagi kita sekelas. 2 bulan lagi bisa dibilang kita anniversary 6 tahun. Wkwkk yah gitu deh, gak terasa waktu berjalan begitu cepat, mulai dari kita ketemu, kenal, ngerjain tugas bareng, jalan bareng, hangout bareng, dan ternyata sudah hampir 6 tahun berlalu.

Entahlah semenjak kapan rasa itu mulai tumbuh, rasa ingin memiliki lebih, dan bukan sekedar sahabat. Namun aku sadar rasa itu harus sirna, sudah terlalu nyaman dengan kondisi dan situasi ini, “takut kehilangan” itulah alasan terbesarku untuk memendam rapat-rapat semua ini. Cukup disampingnya slalu ada diberbagai kondisinya, yah meskipun hanya sebatas sahabat, namun bagiku itu sudah lebih dari cukup.

Seiring berjalanannya waktu aku mulai sadar, tak baik aku menyimpan rasa ini, bagaimanapun juga Roby harus tahu apa yang aku rasakan, entah bagaimana pendapatanya nanti, memang ini adanya. Aku tak mau menyimpan penyakit yang akan menjadi bom waktu dimasa depan. Kehilangannya saat ini lebih baik dari pada aku harus kehilangannya esok ketika rasa ini tumbuh sudah semakin besar.

“By gue mau ngomong”

“iya ngomong aja”

“tapi lo jangan marah ya”

“kalo abis ngomong ditraktir ice cream 5 biji, gak bakal marah”

“gue serius”

“iya gue juga serius, lagian mau ngomong apa sih, kayak orang mau melakukan pengakuan dosa”

“gue emang mau melakukan pengakuan, tapi gak tahu ini dosa apa enggak?”

“apaan sih Al, tadi gue cuma bercanda, iyo ngomong aja kenapa?”

“gue suka sama lo”

Roby hanya melirik sambil tersenyum kecil

“gue suka sama lo, tapi gak tahu semenjak kapan, tiba-tiba rasa itu muncul begitu saja, gue udah nyoba untuk menyingkirkan perasaan itu, tapi tanpa gue sadari perasaan ini semakin lama semakin besar”

“terus?”

“ya gitu gue cuma mau melakukan pengakuan aja, heeemmm. Lu kok gak kaget sih, padahal setengah mati gue beraniin diri buat ngomong”

“terus gue harus bilang apa?, wow Alfa lo suka sama gue, haaa Alfa gue kaget lo bilang gitu”

“sialan lo, gue serius”

“iya iya, lagian gue udah tau kali kalo lo suka sama gue”

 Alfa menoleh dengan mata yang membuka lebar

 “biasah aja dong wajahnya, jangan dikaget-kagetin gitu”

“lu ah” dengan wajah betenya

“iya gue tahu lo suka sama gue, gue juga suka sama lo, tapi gue nunggu lo ngomong duluan. Yah gue cuma nunggu aja, manusia dengan tingkat gengsi yang gak kalah tingginya dengan dewa ini bakal berani ngomong gak, eh ternyata setelah sekian lama gue nunggu, lo berani ngomong juga”

“sialan lo, jadi selama ini”

“selama ini ya gue tahu, gue sengaja minta pendapat lo tentang cewek-cewek lain, suka banget lihat wajah bulet lo itu merah, dan kalo gue tanya kenapa slalu bilang ‘gak papa by gak papa’”

“lo tuh ya emang dasar”

“apa?, tapi lo sayangkan heheh”

“au ah” Alfa meninggalkan Roby

“fiks hari ini kita jadian, taggal 27 Agustus 2020. Alfa Sandari resmi menjadi pacar Roby” Roby mengejar Alfa

“hehe lu mau makan gak?”

“gak, gak nafsu”

“kita harus rayain jadian kita hay”

Mulai kejadian itu aku semakin sadar, bahwa setiap perasaan harus diungkapkan, seperti yang dikatan Vicky Prasetyo sang maestro penakluk hati wanita. Kalau kita suka sama seseorang ada dua hal yang terjadi, memendang perasaan kalian selamanya dengan resiko perasaan itu akan terpendam selamanya atau mencoba mengungkapkannya, entah dengan jawaban apa yang akan ia berikan menerima atau menolak, namun yang jelas perasaan itu sudah tersampaikan. Hingga akhirnya aku memilih pilihan kedua, meski dengan dua peluang yang belum tentu kepastiannya, aku mencobanya.

Dan kini, dia yang dulunya hanya sebatas temanku, telah beranjak menjadi imamku, jika kejadian 3 tahun lalu takku ungkapkan mungkin kini aku masih sendiri memendam rasa itu, dan dalam perasaan takut kehilangan. Kehilangan dia yang inshallah kini akan terus menemaniku, bukan hanya sebatas ucapan saja, melainkan janji ikatan suci kepada sang pencipta didepan keluarganya dan keluargaku.

Biodata penulis


Zidni Karimatun Nisa’, sering dipanggil Zidni. Dilahirkan di Banyuwangi, 15 Mei 2000. Menulis merupakan salah satu hiburanku untuk mengisi waktu luang. Saat ini aku duduk sebagai mahasiswa semester 5 Universiras Jember jurusan Pendidikan Ekonomi. Zidnikarimatunn@gmail.com adalah e-mail yang dapat kalian hubungi, saran dan kritik sangan dibutuhkan untuk kepenulisan selanjutnya.


Komentar

Postingan Populer