Persahabatan

 Penulis: Maria Jesica Octariani 

Pada suatu hari ada 2 orang sahabat bernama Fazia dan Caca. Mereka bersahabat selama 3 tahun lamanya, saking dekatnya yang kemana-mana selalu berdua, mereka sering dikira anak kembar. Setiap hari mereka bersama berangkat sekolah pun bareng, rumah mereka juga tidak jauh, satu komplek pula.

Pagi harinya di kamar Caca ia terbangun karena alarm berbunyi terus, jam menunjukkan pukul 05.00 pagi ia langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sementara itu di rumah Fazia jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi tetapi Fazia belum juga bangun dari tidurnya sudah berkali-kali dibangunkan oleh ibunya tetapi tidak bangun-bangun.

Dirumah Caca ia sudah selesai bersiap-siap lalu berpamitan kepada ibu dan ayahnya untuk berangkat sekolah tetapi ia menelfon Fazia terlebih dahulu untuk berangkat sekolah bersama, tetapi Fazia tidak mengangkatnya, Caca memutuskan untuk untuk ke rumahnya Fazia, karena biasanya ia menelfon Fazia untuk bertemu di taman lalu berangkat bersama.

Sampailah Caca dirumah disambut oleh ibu Fazia yang bernama Bu Andari, Bu Andari juga tak kalah dekat dengan Caca, saking dekatnya dengan Caca ia sudah menganggap Caca adalah anaknya juga, begitu juga sebaliknya. Caca juga sudah menganggap Bu Andari ibunya sendiri. Tapi meskipun Bu Andari sudah menganggap Caca sebagai anaknya ia tidak pilih kasih dengan anak kandungnya.

Sesampainya di rumah Fazia, Caca langsung ke kamar Fazia yang berada di lantai dua lalu membangunkan Fazia. Sudah selesai dia membangunkan Fazia ia turun ke bawah, lebih tepatnya ke ruang tamu untuk menunggu Fazia. 15 menit kemudian Fazia keluar kamar. Fazia langsung menghampiri Caca dan mereka berdua berpamitan pada orangtua Fazia.

Selesai berpamitan Caca dan Fazia segera berangkat ke sekolah, jarak rumah mereka ke sekokah cukup jauh, maka dari itu mereka berangkat cukup pagi. Mereka langsung mencari taksi. Sampailah mereka di sekolah pukul 06.20, Caca dan Fazia langsung ke kantin karena Fazia belum sempat sarapan.

Setelah selesai sarapan mereka masuk ke kelas masing-masing, mereka tidak satu kelas Caca kelas 9A sedangkan Fazia 9D. Bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat. Fazia yang mendengar bel itu Fazia langsung pergi ke kelas Caca, satu siswa di kelas Caca melihat Fazia dan langsung memberitahu Caca. Lalu mereka pergi ke kantin untuk makan siang, di kantin mereka membicarakan tentang ulang tahun perkawinan orangtua Fazia tepatnya pada hari ini.

Mereka merencanakan untuk membeli barang-barang dekor dan kue di Mall. Tak lama kemudian bel berbunyi menandakan jam pelajaran selanjutnya akan mulai, mereka yang mendengar bel itu segera pergi ke kelas. 2 jam kemudian bel berbunyi lagi menandakan jam pulang sekolah.

Caca dan Fazia membereskan buku-buku bersiap-siap untuk ke toko dekorasi bersama. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB mereka harus cepat-cepat ke Mall. Jarak sekolah ke Mall cukup jauh. Di jalan menuju Mall sangat macet, sebenarnya ada Mall di dekat sekolah mereka, tapi Mall nya sudah lama tutup.

 Mau tidak mau mereka ke Mall yang lumayan jauh dari sekolah demi mendapatkan barang-barang mereka inginkan untuk mendekor, karena tidak ada lagi selain disitu. Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, 1 jam sudah mereka terjebak macet akhirnya mereka bias keluar dari kemacetan itu.

Tapi pada saat di jalan tiba-tiba taksi yang mereka tumpangi mogok. Mereka memutuskan untuk melanjutkan dengan jalan kaki, karena sudah lumyan dekat dengan Mall. Sampainya mereka di Mall, mereka membagi tugas Caca membeli kue ulang tahun sedangkan Fazia membeli barang-barang dekor, seperti: balon bertuliskan “30 Anniversary”.

Fazia sudah membeli semua barang-barang dekor, lalu ia mampir ke restoran makanan untuk makan dan menunggu Caca untuk menemuinya di restoran. Ia sudah menelfon Caca saat menuju ke restoran. Sudah 15 menit Caca tak kunjung datang di telfon juga tidak diangkat. Akhirnya Fazia memutuskan untuk mencari Caca di toko kue.

Sementara itu Caca, ia sedang mencari Fazia. Sebelumnya ia sudah tiba di restoran tapi ia tidak melihat Fazia. Hpnya lowbet jadi ia tidak bisa Fazia. Jam sudah menunjukkan pukul 16.20 tapi masih belum bertemu, tak lama kemudian Caca melihat Fazia yang duduk di tepi kolam ikan karena kecapean.

Caca memanggil Fazia, Fazia yang merasa namanya terpanggil ia langsung mencari sumber suara. Akhirnya mereka bertemu dan memutuskan untuk pulang karena sudah sore. Agar lebih cepat mendapat kendaraan mereka memesan kendaraan memlaui aplikasi online, karena HP Caca lowbet mereka memesan lewat HP Fazia.

Sudah 1 jam mereka menunggu, akhirnya mobilnya datang dan mereka langsung pulang ke rumah. Saat di perjalanan kembali jalanan macet, sekitar 2 jam an mereka terjebak macet. Mereka sampai di rumah pukul 18.15 WIB, Caca kembali ke rumahnya terlebih dahulu untuk bersih-bersih, begitu juga Fazia. 

Setelah Caca selesai bersih-bersih, ia langsung pergi ke rumah Fazia yang tak jauh dari rumah hanya melewati beberapa rumah. Sampai nya Caca di rumah Fazia, mereka langsung mendekor agar cepat selesai. Orangtua Fazia pulang pukul 10.00 tetapi mereka ingin mngerjakannya cepat, setelah itu mereka bisa beristirahat sebentar karena kelelahan saat mencari kue dan barang-barang dekor.

Sekitar 15 menit mereka selesai mendekor, Caca dan Fazia ke dapur untuk makan. Setelah selesai makan, mereka tertidur di ruang tengah. Jam sudah menunjukkan pukul 21.45 cukup lama mereka tidur saking lelahnya. Lalu mereka bangun untuk memcuci muka yang sudah seperti muka bantal.

Caca dan Fazia menuju kamar orangtua Fazia untuk mengumpat karena sebentar sudah pukul 22.00, tak lama kemudian orangtua Fazia pulang dan baru masuk ke dalam, tapi mereka melihat lampunya mati dan “SURPRISE” Caca dan Fazia datang membawa kue, Bu Andriani dan Pak Agus sangat terkejut, mereka terharu dan di malam itu mereka bersenang-senang. 

Sebelum mereka memtong kue orangtua Caca datang dan membuat Caca sangat senang, karena bisa merayakan Aniversary Bu Andriani dan Pak Agus bersama orangtuanya juga. Sebenarnya Caca sudah mengajak orangtuanya tapi mereka bilang tidak bisa karena masih di luar negeri. Caca sangat sedih saat itu, tapi Fazia selalu menyemangati Caca agar tidak sedih. Dan di malam itu mereka bersenang-senang, merayakan hari bahagia mereka.


Biodata Penulis

Nama: Maria Jesica Octariani Nama Panggilan: Jesica Umur:14 tahun TTL: Tangerang, 09 Oktober 2006


Komentar

Postingan Populer