Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Persahabatan

 Penulis: Kimberly Giselle Alexandria  Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Pada suatu hari ada audisi pencari bakat pasti banyak orang yang ikut yang dipilih hanya 30 orang. Mereka harus mengikut 3 kali audisi yang pertama audisi di Jakarta. Auidisi yang kedua ada di Korea selatan. Audisi yang ketiga atau final audition di tempat pusatnya. Peserta yang tersisa hanya 20 orang mereka mencari yang bisa dance,vokal,rap,acting,dan modeling.  Mereka harus mengikuti treinee yang dimana mereka akan dikirm ke perusahaan yang mengadakan audisi itu mereka akan dilatih di perusahaan itu. Paling cepat treinee 4 tahun. Pada saat treinee merekaa latihan hampir 24 jam jadi sangat ketat dalam pelatihan. Setelah menjalani 3 tahun yang tersisa hanya ada 7 orang. Dan tahun depan mereka akan debut/ istilah grup idol siap untuk muncul di dunia entertainment.  Dan mereka akan comeback/mereka akan merilis lagu. Lagu yang pertama kali mereka rilis adalah No more dream, We are bulletproof pt.

Camping di Sekolah

 Penulis: Novika Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Pada suatu hari SD Penuai Indonesia telah mengadakan Camping di sekolah.Yang mengikuti Camping hanya siswa dari grade 4-6 saja.Camping itu berlangsung selama 2 hari 1 malam.  Setelah mendengar pengumuman itu kami merasa senang karna bisa melakukan camping di sekolah bersama sama.Sore pun tiba anak anak sudah datang ke sekolah dan membawa perlengkapan seperti.(baju ganti,makanan,dan kebutuhan camping lainnya)  Anak anak sangat antusias saat mendengarkan worship dengan ibu guru begitu juga dengan guru guru ,mereka melihat kami senang mereka ikut senang. Sehabis worship kami melakukan   sharing satu sama lain dan disitu kami merasa senang sekali karena memiliki teman rasa saudara. beberapa acara sudah kami lewati ,kami sangat senang sekali bisa camping dengan grade 4-6.  Ya,ini adalah tahun terakhir bagi siswa grade 6 karna tahun depan mereka sudah ke jenjang berikutnya SMP. Maka malam itu adalah malam yang terindah

Tommy dan Zack

 Penulis: Alexis Jonathan Ggiven Lauw Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional         Suatu hari ada 2 orang bernama Tommy dan Zack,mereka tidak pernah saling marah-marah.Saat mereka berjalan-jalan,tiba-tiba ada maling yang mencuri hp Tommy,Tommy dan Zack KAGET!,tetapi Tommy memaafkan maling itu,Tommy dan Zack segera pulang ke rumah masing-masing.        Keesokan harinya Tommy dan Zack bersiap-siap untuk sekolah mereka.Saat mereka sampai di sekolah mereka senang saling ketemu lagi.Saat tengah pelajaran tiba-tiba sekolah mati lampu!,semua orang KAGET!.Saat sekolah selesai Tommy dan Zack memikirkan untuk membeli hp baru untuk Tommy.Saat mereka jalan pulang mereka melihat toko hp,mereka mamperin toko itu dan melihat harga-harga hp-hp itu,mereka KAGET saking harganya sangat mahal.Tommy dan Zack memikirkan untuk mendapat hp baru untuk Tommy.Saat mereka berjalan Zack mendapatkan ide untuk mendapatkan hp baru untuk Tommy,Zack bilang ke Tommy "Tom kita buat usaha nasi goreng

Menonton NBA

 Penulis: Jordan Evan Somalingggi Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Pada hari itu, saya mendapat tiket gratis menonton NBA ( National basketball association) dari teman saya yang tinggal di Houston,begitu saya mendengarnya saya sangat senang sekali,sampai saya lupa kalau tiket ke Amerika itu sangat tidak cukup,dan saya berpikir lagi,apa saya bisa ke Amerika??? Ketika saya lagi memikirkan itu,tiba – tiba teman saya dari Amerika mengemail saya dan dia bilang ‘’ kamu masih mikir tentang biaya? Tenang aja,aku yang bayarin tiket pulang pergi’’dan sebenarya saya senang, tapi saya tidak enak jika dia yang membayarkan tiket pesawat pulang pergi,dan saya mencoba mengemail lagi dan bertanya ‘’apa kamu gak keberatan kalau kamu yang bayar,aku jadi tidak enak’’ dan dengan santainya dia menjawab ‘’ kamu tenang aja,gak usah ragu ‘’ dan saya sangat senang sekali,dan saya membeli oleh – oleh dari Indonesia. Dan pada hari rabu malam saya berangkat dari Jakarta ke Houston Amerika s

Berkemah di Curug Nangka

 Penulis: William Hauke Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional         Suatu hari, sekolah mengadakan field trip berkemah ke Curug Nangka. Hanya untuk kelas 4-8. Kita semua harus membawa catatan, makanan, sleeping bag, dan peralatan kamping lainnya. Sebelum kita berangkat, semua siswa dan guru berkumpul untuk berdoa supaya perjalanan pergi ketempat kemah dengan aman.          Kita semua pergi kesana dengan tronton. Sebelum berangkat guru-guru mengambil absen supaya tidak ada yang ketinggalan. Lalu kita semua berangkat. Perjalanan kesana sangat jauh. Lalu kita berhenti dipom bensin untuk pergi ketoilet dan untuk istirahat, lalu kita berangkat lagi. Beberapa jam kemudian kita sudah sampai ketempat tujuan.         Saat ditempat kemah, kita mendirikan tenda supaya kita tidak kena hujan atau diserang binatang liar. Setelah mendirikan tenda kita semua makan makanan yang kita bawa. Tiba-tiba kita diserang oleh sekelompok monyet liar lalu para guru-guru mengusir memakai tongkat. 

Saudara yang Saling Melengkapi

 Penulis: Clarissa Cyndi Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional   Disebuah rumah tinggalah sepasang saudara yang saling melengkapi satu sama lain. Yang bernama Molly dan Mossy, Mereka hidup saling menyayangi, melengkapi dan saling membantu satu sama lain. Pada suatu hari Molly bertanya kepada adiknya Mossy, percakapan antara kakak dan adik tersebut adalah :  Molly (kakak): ”Mossy......, apakah kamu melihat sepatu kesayangan ku yang berwarna putih ??”. Mossy (adik): ”Waahh... aku tidak melihatnya kak. Aku juga sedang mencari buku kesayangan ku yang berwarna hitam, apakah kamu melihatnya ??. Molly (kakak): ”aku juga tidak melihatnya dik. Lebih baik kita mencari bersama-sama yuk dan saling membnatu agar lebih cepat ditemukan. Mossy (adik) : ”Waahh... ide yang sangat bagus kak, ayoo... kita cari bersama-sama”.  Mereka pun akhirnya mencari bersama barang-barang mereka yang hilang tersebut, setelah beberapa menit kemudian..... Mossy (adik) menemukan sepatu berwarna putih yang

Pelangi Persahabatan

 Penulis: Anjie winata Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Bel istirahat telah berbunyi, seluruh murid di tiga penuai Indonesia segera berhamburan keluar kelas.ada yang bermain basket di lapangan ,ada yang sekedar ngobrol dan bersenda gurau dengan teman di depan kelas atau di taman sekolah , ada yang lagi rajin belajar untuk mempersiapkan diri sebelum ulangan, ada yang susah payah menyalin PR yang belum sempat dikerjakan di rumah ,dan ada juga yang segera berlari menuju kantin sekolah untuk mengisi perut yang lapar karena terlalu banyak berpikir saat belajar.sama halnya dengan tiga orang sahabat yang sedang duduk di sebuah sudut kantin.Mereka asyik dengan kegiatan mereka masing –masing .Ada yang sedang membaca novel , mendengarkan musik , dan ada yang sedang melahap semangkuk bakso dengan rakusnya. ``Erlin! Kamu makan pelan-pelan napa! Kaya nggak pernah makan setahun aja kamu! ‘’ ujar seorang cewek yang sedang mendengar music. Dia merasa rishi dengan tingkah

Selimut untuk Bumi

 Penulis: Ismiyati Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Lelaki paruh baya itu lari dengan nafas tersengal, seolah ia sedang dikejar anjing-anjing mavia yang haus darah. Keringat deras menetes dari pori-pori kulitnya, membasahi seluruh tubuh hingga baju biru muda yang dipakainya berubah menjadi warna yang lebih gelap. Ia terus berlari dengan sisa nafas yang tak sempat ia isi ulang layaknya galon air yang tiap minggu habis di rumahnya. Tak bisa lagi ia mempercepat laju kakinya. Entah karena ia lelah atau karena efek kulitnya yang layu dimakan rotasi waktu. Rambutnya terlihat seperti memancarkan kilauan warna perak ketika ditempa sinar mentari yangmenari tepat di atas kepalanya. Ia menuju gang kecil di ujung jalan tata surya, lurus menuju toko coklat tua yang tak setua warnanya. Langkahnya yang cepat itu terhenti. Dia memesan selembar kain hijau tebal. Kenapa hijau? Hanya lelaki itu yang tau. “Mbak ada kain hijau setebal kulit badak?” “Setebal kulit badak?” “Iya...” “Stok

Persahabatan

 Penulis: Maria Jesica Octariani  Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Pada suatu hari ada 2 orang sahabat bernama Fazia dan Caca. Mereka bersahabat selama 3 tahun lamanya, saking dekatnya yang kemana-mana selalu berdua, mereka sering dikira anak kembar. Setiap hari mereka bersama berangkat sekolah pun bareng, rumah mereka juga tidak jauh, satu komplek pula. Pagi harinya di kamar Caca ia terbangun karena alarm berbunyi terus, jam menunjukkan pukul 05.00 pagi ia langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sementara itu di rumah Fazia jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi tetapi Fazia belum juga bangun dari tidurnya sudah berkali-kali dibangunkan oleh ibunya tetapi tidak bangun-bangun. Dirumah Caca ia sudah selesai bersiap-siap lalu berpamitan kepada ibu dan ayahnya untuk berangkat sekolah tetapi ia menelfon Fazia terlebih dahulu untuk berangkat sekolah bersama, tetapi Fazia tidak mengangkatnya, Caca memutuskan untuk untuk ke rumahnya Fazia, karena biasanya ia menelfo

Kisah Liontin Tua

 Penulis: DWIKA TANAYA L.P. Festival Menulis Cerpen Gokenje. Id Tingkat Nasional  Di siang hari di dekat sungai terdapat anak berumur 9 tahun yang bernama Mika Ternama. Mika adalah anak dari kepala desa yang sangat suka dengan cerita legenda dan dongeng, di suatau hari Mika sedang bermain dengan teman temannya yang bernama Diksi,Mina, dan Rio mereka sedang bermain air di pinggiran sungai. Tiba tiba Mika tertangkap sinar dari sudut matanya yang membuat dia tertarik melihat nya. Mika mengambil benda itu yang sudah menarik perhatiannya tadi. Mika sesampainya di rumah dengan baju basah dan rambut yang basah karna bermain di sungai, karna itu dia lansung membersihkan diri selesai itu dia pergi kekamarnya dan mengambil benda yang dia ambil tadi di sungai. Mika membersikan benda itu yang penuh oleh rumpur saat dia selesai membersihkan benda itu dia menyadari bahwa itu adalah liotin tua yang belum berkarat atau warnanya sama sekali belum rutur. Mika yang menyadari kalu itu liotin tu tapi m

Cerita Kaktus di Sudut Jendela

 Penulis: Bahrul Ulum (Ilustrator: Joyken) Apa yang kalian bayangkan jika menjadi sebuah kaktus kecil di sebuah sudut jendela, di rumah yang sudah tidak terlalu layak huni? Jangan kalian paksakan jika tidak bisa. Atap rumah ini seringkali bocor. Beberapa tiupan angin dari arah barat sering membuat Tuan Rumah kelabakan. Atap-atap dari seng tua lepas dan melayang entah ke mana. Tidak ada yang buruk dari rumah ini saat hari cerah, hanya saja bencananya dimulai saat hujan tiba. Aku rasanya ingin mati membusuk saja di kusen jendela ini. Aku yang harusnya disemprot air beberapa hari sekali, terpaksa harus meminum air hujan yang lumayan banyak. Duri-duriku agak aku buat sedikit lebih panjang, agar penguapan air menjadi lebih banyak. Bukan apa-apa, aku hanya kasihan dengan Tuan Rumah. Dia hanya hidup denganku di sini. Di rumah bekas istri tuanya. Jalan ceritanya memang agak mirip seperti serial televisi yang biasa tuan rumah tonton setiap sore. Dulu saat dia membeli dan membawaku pulang d

Puisi Fitri Rahmadhani

  (Ilustrator: Joyken) Jika Tuhan Mengizinkan Pada pangkuan malam kubersimpuh Bersujud merendahkan diri Mengutarakan untaian zikir Mengucap banyak doa Untuk merayu tuhan di sepertiga malam Tuhan jika engkau mengizinkan Kuingin dia yang saat ini sedang bersamaku Untuk tetap tinggal dan menetap dalam rangkai cinta Untuk tetap melangkah bersama diiringi rasa kasih Aku ingin menemui-Mu bersamanya Dengan iman dan rasa cinta yang telah kekal abadi Bersama dia yang telah membuatku terus jatuh cinta pada diri-Mu Padang, Oktober 2020 Tangis Dalam Diam Rasanya begitu perih Terasa sangat pilu Kala hati dipaksa untuk bertahan Menahan sesak yang teramat dalam Membendung beban yang terus menghujam Menyembunyikan luka di balik tawa Menutupi kecewa dengan seuntai senyum Hanya untuk terlihat baik-baik saja Tuhan rasanya aku ingin menyerah saja Padang, Oktober 2020 Terpikat Rasanya begitu cepat Waktu berjalan begitu singkat Semenjak salam terucap Semenjak tangan sudah saling menjabat Hatiku sudah

Bajing

 Penulis:  J. Akid Lampacak Seumpama kau berkunjung ke kampungku, melihat lelaki berkumis dan berjaket hitam, hendaklah berhati-hati dalam bersikap apa lagi berniat. Karena lelaki yang berciri-ciri seperti itu sering kali juriga pada orang-orang yang tak dikenal, ia mesti siap siaga, berjaga-janga, refleks jika ada orang yang berbuat kebajikan dan tentu Nyikep*. Tak sembarangan oranag itu tau terhadap niat seseorang, kata nenekku dulu “tase’ dhalem kenning sellemmi. Tape, mon atena oreng, sater-pentara apa bai ta’ kera bisa ejajaki.”** dukun saja hanya menebak hal yang sudah dilakukan, itupun belum tentu benar, hanya saja meneliti kejadiannya. Tapi, orang yang disebut bajing di kampungku itu mesti tau sesuatu yang akan dilakukan seseorang hanya dengan cara meneliti gerak-geriknya sebelum memenuhi niatnya. Sebab mereka sudah paham jauh sebelum mereka disebut bajing, mereka juga pernah melakukan hal yang serupa. Maka jangan heran jika ada orang yang ingin berbuat kecerobohan langsung

Dosen Ketus

 Penulis: Idoel Sapoetra (Ilustrator: Joyken) Udara begitu dingin pagi ini, air embun masih jelas di atas dedaunan. Mengawinkan selimut dengan badan menjadi pilihan yang enak. Remang reman menanti matahari keluar dari rumahnya. "Jon, bangun Jon! Udah Jam 07.05 . Kamu nggak kuliah pagi ini?" Ibu membangunkan Jon. "Kuliah buk, bentar lagi. Nanggung masih enak tidur, palingan dosennya masih tidur juga" jawab Jon penuh alasan sambil mengatupkan selimut tebalnya. Karena masih awal perkuliahan dosen sering lupa ada jadwal, mungkin karna mereka mengajar banyak mahasiswa. Ada juga yang mengajar di tiga Perguruan Tinggi. Jadi sering terlambat memulai perkuliahan. "Thing tung thing, thing tung thing, thing tung thing, dreeer, dreerr" suara notifikasi pesan wa beruntun. Jon terkaget, dia segera bangun dan matanya langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 07. 35, sedangkan di jadwal mereka masuk jam 07.30. Jon spontan membuka pola handphone nya yang sungguh

Puisi Yohan Mataubana

  (Ilustrator: Joyken) Dua Musim Musim kemarau berlalu tumpukan dedaunan disapu entah angin atau tanganmu bagai kenang di keningmu usai terbelenggu Musim hujan datang dengan langit amat muram burung-burung pada guyur ke sini-ke sana dan cemas menjelma pertanyaan: kita hendak tidur di mana? Dua musim bertemu mereka beradu dan mengusik perbincangan kamu dan tamu-tamumu sedangkan aku akan datang sebagai debu kemarau  yang selalu memulangkan masa lalumu atau sebagai hujan yang dingin di keningmu Musim itu seperti tubuhmu dan aku debu kekasihmu Setiap kali tubuh ditanggalkan dari kekasihmu maka cinta yang paling ditunggu adalah memasuki rongga dadamu  dan membiarkan kuncup itu berduka Mikhael, 2020. Janji Musim Berjanjilah, sayang hujan sore tadi tak lebih dari rintihan matamu bahkan burung sendiri tahu rintiknya mengandung kamu Berjanjilah, sayang musim hujan sudah menindih ubun imanku kemarilah dan ajarlah aku tidur dengan kepala penuh benih rindu biar kelak berbuah syahdu

Nyanyian Kematian

 Penulis: Resti Alya Putri  (Ilustrator: Joyken) Sudah pukul dua malam, hujan belum kunjung mereda. Angin meraung-raung seperti lolongan anjing setiap pukul dua belas malam. Zae masih melipat burung origami dengan kertas yang sudah ditulis surat. Katanya, menuliskan semua kesedihannya di kertas lebih baik daripada bercerita kepada siapapun. Sepanjang malam yang sepi, juga untuk malam-malam yang telah berlalu. Zae telah melipat seratus burung kertas dan menaruhnya di dalam stoples bulat berdiameter tiga puluh sentimeter. Ketika hari menjadi lebih menyedihkan dan Zae sudah tidak mampu menahan sesak didadanya. Ia ingin menerbangkan semua burung kertas beserta surat yang berisi kesedihan itu. Namun, akankah kesedihan yang Zae tulis disurat dan dilipat berbentuk burung kertas mampu terbang ke langit dan menghilang? Surat ke 13 : "Aku hidup, tapi jiwaku mati. Seperti aku muak mendengar deru nafasku yang enggan berhenti." Di dinding kamar yang bercat putih dengan lampu yang mere