Langsung ke konten utama

Puisi Edo Sapraja

(Ilustrator: Joyken)


Ciri-Ciri Orang Botak

Seperti bola, tapi bukan mainan
Seperti belut, berlendir, tidak
Berambut, pernah tapi dulu
Bulat, licin, dan tak berhelai
Itulah ciri orang botak

Menggelikan bukan
Sama menggelikan dengannya
Dia yang sama-sama bulat
Licin juga, di tangkap susah juga
Sering memainkan dan mempermainkan
Botak, bukan
Itu bukan ciri orang botak

Lamunan Seorang Pria

Seorang pria hitam berdiri tegap
Tenggelam dalam lamunnya
hanyut dalam bayang-bayang kaca
Ditatapnya jeli tiap sudut kepalanya
terpantul dari matanya, berharap
Akan mahkota yang dulu sirna
Kembali pada singgasananya
Berharap dan selalu berharap

Tukang Tempa

Hai tukang tempa tua
Peluhmu mengucur deras
Menguap dalam kobaran api
Bara yang melelehkan besi
Dari kumpulan besi-besi bekas
Jeruji besi kurungan tikus dalam negeri
Yang tidak pernah berfungsi 

Sang Marabahaya

Aku sang marabahaya
Berjalan lenggak-lenggok
Berkecak pinggang, berbusung dada
Berjalan di tengah lapang penuh bahaya tak kasat mata
Tak bertaut tali dan kain menutupi muka
Menyerap semua bahaya
Mengabaikan segala larangnya

Puisi

Berpuisi
Mengungkapkan rasa hati 
Merangkai untaian kata
Meramu keluh, resah, dan gundah
Menuainya menjadi cinta

Tidak, aku tidak bisa 
Untuk merangkai kata-kata indah
Untuk mengungkap rasa di dada
Keluh dan resah dengan kenestapaan dunia
Mengungkapkan rasa cinta
Atau sekadar berkata 
Aku suka dia
Tidak, aku tidak bisa

5w+1H

Siapa wanita yang duduk di taman?
Apa yang membuatnya indah bagai rembulan?
Kenapa melihatnya hati jadi tak tenang?
Di mana hatiku sekarang?
Kapan hati ini merasukinya Tuhan?
Bagaimana caraku bisa
Jadi bukan sekadar teman, ya tuhan?
Wahai gadis manis di pinggir taman

(Editor: Gokenje.id)


Biodata penulis

Edo Sapraja, seorang mahasiswa yang alhamdulillah masih aktif di Sastra Inggris UNAND. Seorang pria tidak biasa, kelahiran 8 Maret 1998. Saat ini aktif berkegiatan di Komunitas Literasi Lapak Baca Pojok Harapan. Moto hidup “at least I try and never one to stop to try”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirim Tulisan

Ketentuan Umum: Penulis wajib mengirimkan karya asli, bukan karya saduran, maupun karya plagiat. Tulisan dikirim ke email:  gokenjeliterator@gmail.com  dengan subjek sesuai dengan jenis naskah (Cerpen, Puisi, Resensi buku, Artikel). Panjang cerpen minimal 3 halaman A4; diketik dengan menggunakan spasi 1,5 (margin normal). Penulis minimal mengirimkan 5 judul puisi. Panjang resensi buku dan artikel adalah 3-4 halaman A4, spasi 1,5, dan wajib menyertakan cover buku. Penulis wajib menyertakan biodata diri pada halaman terakhir dan foto diri di badan email. * Untuk saat ini, kami masih belum bisa memberikan apresiasi berupa honor bagi para sahabat Gokenje. Kami doakan agar Yang Mahakuasa membalas kebaikan para saudara dan memberikan limpahan rahmat yang tiada hingga. * Setiap tahun, kami akan memilih naskah terbaik dan berhak mendapatkan bonus senilai Rp. 500.000 * Terbit setiap minggu pada edisi kamis dan sabtu.

Kontributor Gokenje.id

 Edisi Oktober 2020 Anton Sucipto Yogi Guspri Pramesti Apriwanto Tinto En. Aang MZ Refaldo Fauzi Wahyuni Fitri Adel Yuhendra Joni Hendri Bahrul Ulum A. Muhaimin DS Yoza Fitriadi Khansa Arifah Adila M.N. Gemilang Wicaksono Putrarico14 Doni Amandola Putra Indah Wulandari Pulungan Jeri Maulana Putra Norrahman Alif Fany Ramadhani Dian Rizal Asyrof Nengsih Sri Rahayu Putri De Eka Putrakha Ridho Daffa Fadilah Wahid Kurniawan Ahmad Zul Hilmi Epi Muda Ferry Fansuri Oscar Maulana Zainur Rahman Faris Al Faisal Giffari Arief Ni'matus Sholihah Ridho Alsyukri Idoel Sapoetra Saiful Bahri Chalvin Pratama Putra Reni Putri Yanti Resti Alya Putri Syukur Budiardjo Yosi Adi Setiawan Moehammad Abdoe Rofiatul Adawiyah Risky Arbangi Nopi Kurnila Maruhawa I Made Kridalaksana Forlan Muda Rikard Diku Amidia Amanza Yohan Mataubana J . Akid Lampacak Fitri Rahmadhani